SRAGEN, MEC.or.id – Dalam menghadapi musim kemarau panjang yang tak kunjung usai, berbagai langkah terus dilakukan oleh masyarakat. Tidak hanya secara teknis, ikhtiar spiritual juga menjadi pilar utama bagi umat Muslim. Oleh karena itu, seluruh peserta didik Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Sragen bersinergi dengan warga lokal untuk melaksanakan ibadah Sholat Istisqa.
Kegiatan bernuansa religius ini berlangsung pada hari Jumat, 16 Oktober 2026. Prosesi ibadah dilaksanakan secara khusyuk bertempat di Lapangan Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen.
Sinergi Bersama Warga Desa Jatibatur
Rangkaian acara Sholat Istisqa dimulai tepat setelah pelaksanaan Sholat Jumat berjamaah, yakni sekitar pukul 12.20 WIB. Begitu Sholat Jumat selesai, peserta didik MEC Sragen bersama warga langsung berbondong-bondong menuju area lapangan.
Kehadiran para santri dari lembaga pendidikan kewirausahaan ini menambah kekhidmatan suasana. Kebersamaan antara generasi muda dan warga setempat mencerminkan soliditas yang tinggi dalam menghadapi cobaan iklim.
Seluruh elemen masyarakat hadir memadati lapangan. Mulai dari tokoh agama, sesepuh desa, hingga anak-anak dan pemuda bahu-membahu menyatukan shaf Sholat Istisqa.
Ikhtiar Spiritual Memohon Hujan
Pelaksanaan ibadah ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk respon atas kekeringan yang berdampak pada kehidupan warga. Tujuan utama menggelar Sholat Istisqa adalah memohon keberkahan rahmat Allah SWT berupa turunnya hujan yang bermanfaat.
Selain memohon air hujan untuk mengairi lahan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk muhasabah (introspeksi diri). Para jamaah diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbanyak istighfar.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Alitama hadir sebagai tokoh agama sekaligus pimpinan prosesi ibadah. Beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya bersabar di tengah ujian kemarau panjang.
Solusi dan Pesan Moral Menghadapi Kemarau
Melalui pesan moralnya, Ust. Alitama menekankan bahwa usaha lahiriah harus senantiasa diimbangi dengan ikhtiar batiniah. Menurut beliau, berkumpulnya masyarakat dalam satu shaf merupakan simbol ketakwaan dan kerendahan hati.
“Bersama dengan seluruh lapisan masyarakat, kita berikhtiar memohon diturunkannya hujan di musim kemarau panjang ini. Semoga kerendahan hati dan kesungguhan doa kita diijabah oleh Allah SWT,” ungkap Ust. Alitama di lokasi kegiatan.
Nasihat ini menjadi pengingat bagi peserta didik MEC Sragen agar selalu melibatkan nilai-nilai ketuhanan dalam setiap langkah kehidupan, baik dalam pendidikan keagamaan maupun kewirausahaan.
Dampak Positif Bagi Peserta Didik MEC Sragen
Kegiatan Sholat Istisqa ini berjalan dengan sangat lancar dan penuh kekhidmatan dari awal hingga akhir. Ibadah ini diikuti oleh seluruh warga Desa Jatibatur beserta para peserta didik dan pengelola MEC Sragen.
Bagi peserta didik, keterlibatan langsung dalam Sholat Istisqa memberikan pengalaman spiritual dan emosional yang amat berharga. Mereka tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkan kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.
Melalui sinergi ini, diharapkan ikatan silaturahmi antara MEC Sragen dan warga Desa Jatibatur semakin erat. Terlebih lagi, doa bersama ini diharapkan membawa keberkahan sehingga hujan segera mengakhiri masa kekeringan di wilayah Sragen.