Surabaya, MEC.or.id — Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Surabaya menggelar sosialisasi dan briefing persiapan character building MEC Surabaya pada 13 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran menyeluruh kepada peserta didik terkait rangkaian aktivitas, kondisi medan, tantangan lingkungan, serta persiapan fisik dan perlengkapan sebelum menuju alam terbuka.
Kegiatan character building MEC Surabaya akan mengusung sistem camping di kawasan bernuansa alam. Karena suhu udara cenderung dingin dan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, peserta didik perlu melakukan antisipasi sejak dini. Siang hari bisa terasa panas, malam hari menjadi dingin, dan hujan dapat turun secara tiba-tiba.
Melalui briefing ini, peserta didik mendapatkan pembekalan agar siap secara fisik maupun mental. Mereka diajak untuk tetap fokus dan membangun kerja sama tim. Secara umum, pembinaan ini menitikberatkan pada tiga sasaran utama:
-
Kemampuan berpikir kritis (critical thinking).
-
Daya juang (resilience).
-
Kerja sama tim (teamwork).
Mengenali Medan dan Tantangan Camping
Aktivitas di alam terbuka menuntut peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan yang dinamis. Perubahan cuaca dan kegiatan fisik luar ruang memerlukan kesiapan serta pengelolaan perlengkapan yang tepat.
Oleh karena itu, peserta didik wajib memahami kebutuhan pribadi selama camping. Panitia telah memberikan arahan terkait pakaian penahan dingin, jas hujan, alas kaki yang memadai, hingga obat-obatan pribadi.
Selain perlengkapan, kedisiplinan menjadi kunci utama keselamatan. Peserta didik diimbau untuk selalu mengikuti instruksi pendamping dan segera melaporkan kendala di lapangan.
Ketua Panitia Kegiatan, Ust. Yamin, menegaskan pentingnya acara sosialisasi ini.
“Peserta didik perlu mengetahui kondisi kegiatan sejak awal, termasuk perubahan cuaca dan kebutuhan selama camping. Dengan persiapan tepat, mereka dapat mengikuti kegiatan secara tertib, menjaga keselamatan, dan menjalankan aktivitas sesuai arahan,” ujarnya.
Melatih Berpikir Kritis dalam Menghadapi Situasi
Salah satu tujuan utama program character building MEC Surabaya adalah mengasah kemampuan berpikir kritis. Peserta didik dilatih untuk mengumpulkan informasi, mengamati kondisi sekitar, mempertimbangkan pilihan, lalu mengambil keputusan bersama kelompok.
Dalam situasi ruang terbuka, kondisi dapat berubah cepat. Peserta didik belajar membedakan tindakan yang bisa dilakukan mandiri dan kondisi yang membutuhkan bantuan pendamping. Mereka diajak untuk memperhitungkan risiko dari setiap keputusan.
Narasumber kegiatan, Pak Ruri, menjelaskan bahwa berpikir kritis bukan hanya soal mencari jawaban cepat.
“Ketika menghadapi tantangan, peserta didik perlu belajar untuk tidak terburu-buru. Amati situasi, komunikasikan dengan tim, pertimbangkan risiko, lalu tentukan langkah yang tepat sesuai aturan keselamatan,” jelas Pak Ruri.
Kemampuan ini diproyeksikan menjadi bekal berharga saat mereka menempuh pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun merintis usaha.
Mengembangkan Resilience dan Daya Adaptasi
Sasaran penting berikutnya adalah resilience, yaitu kemampuan untuk bertahan dan bangkit saat menghadapi kesulitan. Lingkungan camping memberikan iklim yang berbeda dari rutinitas harian, seperti keterbatasan kenyamanan dan perubahan cuaca mendadak.
Melalui pengalaman ini, peserta didik belajar mengelola respons emosional dan mencari solusi secara terarah. Memiliki daya juang bukan berarti memaksakan diri, melainkan memahami batas kemampuan dan berani meminta bantuan saat dibutuhkan.
Putra, salah satu peserta didik MEC Surabaya, menyambut baik pembekalan ini.
“Saya perlu mempersiapkan kondisi fisik, perlengkapan, dan mental sebelum berangkat. Saya ingin belajar menghadapi situasi baru, tetap fokus saat ada tantangan, dan mengikuti arahan pendamping,” ungkap Putra.
Teamwork sebagai Kunci Menyelesaikan Tantangan
Selain kemampuan individu, kerja sama kelompok menjadi pilar utama dalam character building MEC Surabaya. Peserta didik diajar berkomunikasi secara efektif, membagi peran, menghargai pendapat, serta saling peduli.
Ketika kendala muncul, setiap anggota diharapkan tidak hanya fokus pada tugas pribadi, tetapi juga memperhatikan kondisi temannya.
Ust. Yamin kembali menekankan nilai kebersamaan tersebut.
“Dalam sebuah tim, setiap orang memiliki peran. Yang dibutuhkan bukan hanya menyelesaikan tugas sendiri, melainkan kesediaan mendengarkan dan membantu sesama. Nilai ini sangat penting untuk kehidupan kampus, asrama, hingga dunia profesional,” tuturnya.
Bekal Penting Menuju Kemandirian
Sosialisasi ini menjadi langkah awal yang krusial bagi peserta didik MEC Surabaya. Pengetahuan mengenai lokasi, perubahan cuaca, dan manajemen perlengkapan membantu mereka bersiap secara terstruktur.
MEC Surabaya berharap peserta didik dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan disiplin. Dengan persiapan matang dan pendampingan yang tepat, kegiatan ini diharapkan sukses membentuk karakter pemuda yang kritis, tangguh, dan mampu bekerja sama secara mandiri.