Peserta Didik MEC Sragen Praktik Penanganan Hama Jamur Tiram

Peserta didik MEC Sragen melakukan praktik pengamatan dan penanganan hama jamur tiram pada baglog
Kegiatan praktik pengamatan dan teknik penanganan hama jamur tiram oleh peserta didik MEC Sragen di kandang budidaya.

SRAGEN, mec.or.id – Sebagai upaya membekali keterampilan kewirausahaan yang aplikatif dan mandiri, peserta didik LKP Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Sragen menggelar kegiatan praktik pengamatan serta penanganan hama jamur tiram. Kegiatan ini berfokus pada praktik penyemprotan insektisida pada baglog jamur, yang berlangsung di Kandang Jamur MEC Sragen pada Rabu (14/10/2026) malam.

Melalui program bimbingan intensif ini, para peserta didik tidak hanya mempelajari teori budidaya di dalam kelas. Mereka juga turun langsung ke lapangan untuk menghadapi kendala nyata yang kerap ditemui para pembudidaya.

Pentingnya Pengamatan Baglog Jamur Tiram

Budidaya jamur tiram memerlukan perhatian khusus, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan kandang (kumbung) dan kondisi fisik baglog. Ancaman hama seperti serangga, tungau, maupun gurem sering menjadi tantangan utama yang dapat menurunkan kualitas panen, bahkan memicu kegagalan.

Oleh karena itu, kemampuan mendeteksi keberadaan hama secara dini menjadi modal penting bagi calon wirausahawan muda. Dalam kegiatan yang berlangsung selepas shalat Isya tersebut, para peserta didik diajak mengamati kondisi media tanam secara teliti.

Melalui pengamatan ini, peserta didik dapat membedakan baglog yang sehat dengan baglog yang mulai terserang indikasi hama. Pengetahuan dasar ini menjadi fondasi utama sebelum melangkah ke tahap penanganan hama jamur tiram secara teknis.

Suasana pelatihan penanganan hama jamur tiram di kandang kumbung MEC Sragen
Peserta didik MEC Sragen mendapatkan bimbingan langsung terkait standar operasional penanganan hama jamur tiram.

Langkah Praktik Penyemprotan Insektisida

Setelah tahap pengamatan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi teknis di lapangan. Para peserta didik mempraktikkan proses pencampuran serta teknik penyemprotan insektisida yang tepat dan aman sesuai dosis rekomendasi.

Praktik ini tidak sekadar menyemprotkan cairan kimia, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan kerja, ketepatan sasaran, dan efisiensi bahan. Peserta didik diajarkan cara mengarahkan nozzle sprayer agar semprotan merata tanpa merusak struktur media tanam.

M. Syamsul Hadi, selaku Kepala Program MEC Sragen sekaligus penanggung jawab kegiatan, mendampingi langsung jalannya praktik. Ia menegaskan bahwa pembekalan teknis ini dirancang agar peserta didik memiliki daya tanggap yang cepat dan terukur.

“Pesdik harus bisa praktik pengamatan terhadap hama dan bisa penanganan melalui penyemprotan insektisida secara benar,” ujar M. Syamsul Hadi di sela-sela pendampingan kegiatan.

Mencetak Wirausahawan Mandiri dan Tangguh

Dampak utama yang diharapkan dari pelatihan ini adalah terciptanya kemandirian penuh pada diri peserta didik. Dengan menguasai teknik penanganan hama jamur tiram secara mandiri, lulusan MEC Sragen diharapkan tidak canggung saat menghadapi kendala teknis di dunia kerja maupun saat membangun usaha sendiri.

Keterampilan praktis dalam memelihara baglog ini menjadi salah satu pilar program entrepreneurship di MEC Sragen. Lembaga senantiasa berkomitmen menyelaraskan antara pemahaman teori, kecakapan ilmu, dan pengalaman praktik langsung di lapangan.

Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta. Kini, mereka memiliki gambaran nyata serta rasa percaya diri yang lebih kuat dalam mengelola usaha budidaya jamur tiram secara profesional dan berkelanjutan.

Bagikan:

Tags

Related Post