Pecah Telur Peserta Didik MEC : Tugas Berbasis AI Berbuah Dollar

Adaptasi dengan AI di dunia pendidikan

SURABAYA, MEC.News – Fokus Program Studi Bisnis Digital MEC tahun ini adalah adaptasi dengan AI di dunia pendidikan. Bagaimana kehidupan di dunia maya dengan memanfaatkan teknologi AI. Kegiatan ini menjadi tidak penting dalam upaya lembaga untuk beradaptasi dengan AI di dunia pendidikan.

Proses KBM ini mengajak peserta didik menyelami jantung teknologi. Kegiatan intinya adalah menanamkan langsung bagaimana kecerdasan buatan (AI) bisa menjadi “asisten” handal dalam dunia bisnis. Dengan bimbingan dosen yang sudah berpengalaman, peserta didik diajak menghasilkan karya dan produk digital yang dibantu oleh AI. Ini adalah gambaran nyata bagaimana teknologi mampu membuka peluang baru.

Seluruh peserta didik berhasil membuat akun-akun pemasaran sekaligus produk-produk digital seperti template, musik, video, buku dan lain sebagainya. Lalu mereka memasrkan di website atau aplikasi yang sudah ditentukan. Tayangan naik, jangkauannya semakin luas, Follower maupun subcriber berdatangan. Dan momen paling dramatis terjadi ketika salah satu peserta didik, Muhammad Fikri, berhasil menyelesaikannya.

Adaptasi dengan AI di dunia pendidikan

Di salah satu akunnya, Produk digital Ananda Muhammad Fikri laku terjual sebesar $6 . Nilai ini mungkin terlihat kecil, tapi maknanya begitu besar. Ini bukan sekadar uang, melainkan pengakuan bahwa kemampuan memanfaatkan AI adalah keterampilan berharga yang layak dihargai.

Dengan kemajuan peserta didik, Mandiri Entrepreneur Center ingin menunjukkan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan global. Harapan terbesar dari lembaga adalah agar kegiatan ini menjadi pemicu bagi peserta didik lain untuk berani berkreasi dan memulai bisnis mereka sendiri. Bayangkan, dengan AI, seorang peserta didik dapat memulai sebuah startup dari dalam ruangan. Biaya yang minimal, efisiensi maksimal, dan peluang yang tak terbatas.

Harapan Lembaga adalah agar kegiatan ini menjadi pemicu bagi mahasiswa lain untuk berani berkreasi dan memulai bisnis mereka sendiri. Biaya yang minimal, efisiensi, dan peluang yang tak terbatas. Dengan terus mendorong peserta didik untuk bereksperimen, Mandiri Entrepreneur Center meyakini bahwa mereka sedang menanam benih wirausahawan masa depan yang mampu mandiri dengan inovasi berbasis AI.

Bagikan:

Tags

Related Post