Surabaya, MEC.or.id – Mandiri Entrepreneur Center (MEC) menerima kunjungan akademik dari lima mahasiswi Program Studi Ekonomi Islam Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Jumat (13/3/2026). Kunjungan yang berlangsung pukul 10.00 WIB tersebut diterima langsung oleh Wakil Kepala Kesiswaan MEC, Ust. Hamim, di kantor MEC yang berlokasi di Jl. Raya Jambangan 70, Surabaya.
Kunjungan ini menjadi langkah awal bagi para mahasiswi untuk melakukan penelitian terkait pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) di lingkungan Yatim Mandiri serta implementasinya dalam program pendidikan di MEC.
Pengajuan Penelitian Pengelolaan ZISWAF
Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswi menyerahkan surat resmi permohonan penelitian kepada pihak MEC. Mereka juga menyampaikan tujuan kunjungan, yaitu untuk memperoleh data serta pemahaman lebih mendalam mengenai pengelolaan dana ZISWAF yang menjadi salah satu sumber pendukung program pendidikan dan pemberdayaan di MEC.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran akademik mengenai bagaimana pengelolaan dana filantropi Islam dapat berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan peningkatan kemandirian masyarakat.
MEC Sambut Baik Kolaborasi dengan Akademisi
Wakil Kepala Kesiswaan MEC, Ust. Hamim, menyambut baik kunjungan akademik tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan kalangan akademisi menjadi bagian penting dalam membuka ruang pembelajaran sekaligus berbagi praktik pengelolaan program berbasis filantropi Islam.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa yang ingin mempelajari pengelolaan ZISWAF di MEC. Harapannya, pertemuan ini dapat menjadi awal yang baik untuk proses penelitian mereka sekaligus memberikan gambaran tentang bagaimana dana filantropi Islam dikelola untuk mendukung pendidikan dan pemberdayaan anak yatim dan dhuafa,” ujar Hamim.
Peran ZISWAF dalam Program Pendidikan MEC
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Hamim juga menjelaskan bahwa MEC merupakan lembaga pendidikan vokasi di bawah naungan Yatim Mandiri yang berfokus pada pembinaan keterampilan dan kewirausahaan bagi peserta didik, khususnya dari kalangan yatim dan dhuafa.
Sejumlah program pendidikan di MEC, seperti pelatihan keterampilan kerja dan pengembangan wirausaha, mendapat dukungan dari pengelolaan dana ZISWAF yang dihimpun oleh Yatim Mandiri. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pendidikan, pembinaan karakter, serta pemberdayaan peserta didik.
Mahasiswi Unesa Ingin Pelajari Implementasi ZISWAF
Salah satu mahasiswi Unesa menyampaikan bahwa penelitian ini bertujuan untuk memahami secara langsung bagaimana pengelolaan ZISWAF dapat diimplementasikan dalam program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin memahami lebih jauh bagaimana pengelolaan ZISWAF dapat diimplementasikan dalam program pendidikan dan pemberdayaan. Karena itu, kami berharap dapat melakukan penelitian lebih lanjut di MEC,” ujarnya.
Diskusi Awal Rencana Penelitian
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut ditutup dengan diskusi singkat mengenai rencana tahapan penelitian selanjutnya. Pihak MEC menyatakan terbuka untuk mendukung proses akademik yang dilakukan mahasiswa selama sesuai dengan prosedur serta kebutuhan penelitian.
Melalui kunjungan ini, diharapkan dapat terjalin komunikasi dan kerja sama yang baik antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan berbasis filantropi. Selain memperkaya kajian akademik, kolaborasi ini juga diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai praktik pengelolaan ZISWAF dalam mendukung pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.