Surabaya, MEC.or.id — Lembaga Kursus Mandiri Entrepreneur Center (MEC) melaksanakan sosialisasi program pendidikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Cabang Yatim Mandiri Regional Office (RO) 1 pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan, Jawa Timur, dan dihadiri oleh para Kepala Cabang Yatim Mandiri dari 10 kota dan kabupaten di wilayah RO 1.
Sosialisasi program MEC dalam forum tersebut disampaikan oleh Ust. Hamim, selaku Wakil Kepala Kesiswaan MEC. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan secara menyeluruh program pendidikan dan pembinaan yang dijalankan MEC, sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung Program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MEC Angkatan ke-21.
Dalam pemaparannya, Ust. Hamim menjelaskan bahwa MEC merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan yang berfokus pada pembentukan kemandirian peserta didik, khususnya bagi adik-adik yatim purna asuh. Program MEC dirancang tidak hanya untuk membekali keterampilan vokasional, tetapi juga menanamkan nilai karakter, kedisiplinan, dan kesiapan memasuki dunia kerja maupun wirausaha.
“MEC hadir sebagai ikhtiar bersama untuk memandirikan adik-adik yatim purna asuh. Kami tidak hanya menyiapkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun mental, karakter, dan tanggung jawab agar mereka siap melanjutkan kehidupan secara mandiri,” ujar Ust. Hamim dalam sesi sosialisasi.
Selain pemaparan program, kegiatan ini juga menjadi forum penguatan PPDB MEC Angkatan 21. Para Kepala Cabang Yatim Mandiri RO 1 mendapatkan penjelasan mengenai alur pendaftaran, kriteria peserta, serta peran strategis cabang dalam proses penjaringan dan pendampingan calon peserta didik.
Menurut Ust. Hamim, kesamaan visi dan misi antara MEC dan Yatim Mandiri menjadi fondasi penting dalam proses pemberdayaan yatim purna asuh.
“Kesamaan visi-misi ini perlu terus dijaga agar proses pendampingan tidak berhenti pada fase penyaluran, tetapi berlanjut pada pembinaan yang berkelanjutan hingga mereka benar-benar siap mandiri,” jelasnya.
Para peserta Rakor menyambut baik sosialisasi tersebut dan menilai bahwa program MEC dapat menjadi salah satu jalur pembinaan lanjutan bagi yatim purna asuh di wilayah masing-masing. Diskusi yang berlangsung juga membuka ruang koordinasi terkait strategi pendampingan dan penguatan peran cabang dalam mendukung keberhasilan peserta didik.
Melalui kegiatan ini, LK MEC berharap terbangun pemahaman yang utuh serta komitmen bersama antara MEC dan Yatim Mandiri RO 1. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pendidikan dan pemberdayaan, sekaligus menjadi ikhtiar kolektif dalam menyiapkan generasi yatim purna asuh yang mandiri, berdaya, dan siap berkontribusi di masyarakat.