Otonomi Produksi Desain MEC: Peserta Didik Capai Penguasaan Penuh Manufaktur Akrilik Berbasis Pesanan, Mulai dari Konsep hingga Pencetakan Laser

MEC NEWS
MEC NEWS

Surabaya, 22 November 2025 –peserta didik Akhwat dari Program Studi Desain Grafis Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Surabaya hari ini melakukan kunjungan belajar intensif guna menguasai teknologi manufaktur digital. Sebanyak enam peserta didik Akhwat didampingi oleh satu mentor Akhwat bertolak ke kediaman Dosen Pengampu, Afiq Junaidi untuk sesi praktik mendalam mengenai pencetakan akrilik.

Aktivitas ini merupakan kelanjutan dari inisiatif ‘Otonomi Produksi’, yang bertujuan memberikan Penguasaan Penuh kepada peserta mendidik seluruh rantai nilai produksi merchandise . Penguasaan ini mencakup tahapan dari ide murni ( konsep ) hingga hasil fisik siap penjualan yang dibuat berdasarkan pesanan ( berdasarkan pesanan ).

Pendampingan Intensif di Kediaman Dosen

Sesi praktik terfokus pada integrasi desain digital (Line Art) yang telah mereka buat sendiri dengan eksekusi fisik menggunakan mesin laser cutting . Kunjungan ke kediaman dosen memberikan lingkungan belajar yang kondusif dan intensif, memungkinkan peserta didik untuk langsung berinteraksi dengan mesin dan material secara detail.

Afiq Junaidi memfasilitasi sesi teknis, membimbing para peserta Akhwat dalam mengatur kalibrasi file vektor, menyesuaikan daya laser, hingga mengoperasikan mesin untuk memotong dan mengukir akrilik. Ini adalah keterampilan krusial yang menentukan kualitas dan efisiensi produk yang dibuat sesuai pesanan .

Penguasaan Penuh untuk Pasar Custom

Satu mentor Akhwat yang mendampingi peserta didik, menyoroti bahwa penguasaan teknologi ini sangat penting bagi peserta didik Akhwat yang seringkali lebih fokus pada detail visual dan personalisasi produk. Kemampuan mencetak sendiri membuka peluang besar di pasar merchandise custom yang permintaannya terus meningkat.

Umi Alfiaaturrahmah , salah satu peserta didik Akhwat yang berkesempatan menjadi juru bicara, menyampaikan rasa percaya diri setelah sesi praktik.

“Kami sekarang tidak hanya mampu merancang layar, tetapi kami tahu bagaimana desain kami harus dipersiapkan agar dapat dieksekusi sempurna oleh mesin laser. Kunjungan ini menutup semua keraguan kami tentang produksi,” ungkap Umi Alfiaaturrahmah. “Penguasaan penuh ini memberikan kami keunggulan kompetitif untuk berani menerima dan memproses pesanan merchandise akrilik yang sangat personal dan berdasarkan permintaan klien, tanpa harus bergantung pada penyedia jasa luar.”

Keberhasilan enam peserta didik Akhwat dalam menguasai tahapan manufaktur ini merupakan bukti nyata efektivitas metode pembelajaran praktis MEC. Mereka kini bertransformasi menjadi desainer sekaligus produsen, memastikan bahwa inovasi kreatif mereka dapat langsung diterjemahkan menjadi peluang wirausaha yang mandiri dan berdaya saing di industri custom merchandise .

Bagikan:

Tags

Related Post