SURABAYA, MEC.or.id – Keberhasilan dalam dunia bisnis digital bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari ketekunan yang teruji. Hal ini dibuktikan oleh Nur Hamidah, peserta didik Program Studi Bisnis Digital Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Surabaya, yang baru saja mencatatkan transaksi penjualan (closing) produk furniture senilai Rp22.000.000 melalui platform Facebook Marketplace.
Capaian ini menjadi momen “pecah telur” yang sangat bermakna bagi Nur Hamidah dan rekan-rekannya. Pasalnya, keberhasilan ini tidak didapatkan secara instan, melainkan melalui proses perjuangan panjang yang telah dimulai sejak mereka menginjakkan kaki di pendidikan Term 1.
Peserta didik dilatih untuk disiplin dalam melakukan riset pasar, memantau tren, hingga menjaga konsistensi unggahan konten setiap harinya tanpa terputus.
Sebelum mencapai transaksi bernilai besar ini, Nur Hamidah telah melewati serangkaian fase pembelajaran yang menantang. Mulai dari pemahaman algoritma platform, optimasi kata kunci (keyword), hingga teknik komunikasi kepada calon pembeli yang dilakukan secara berulang.
Di bawah bimbingan tim pendamping, 19 peserta didik Bisnis Digital Surabaya diajarkan bahwa kunci utama dalam pasar digital adalah ketangguhan untuk terus mencoba meski belum ada hasil di awal masa praktik.
“Ini adalah bukti bahwa strategi promosi yang terstruktur jika dibarengi dengan konsistensi akan membuahkan hasil. Kami menekankan kepada peserta didik bahwa riset mendalam mengenai harga dan perilaku konsumen adalah fondasi, namun kedisiplinan dalam posting konten adalah penggeraknya,” ujar Anam, mentor Prodi Bisnis Digital.
Dalam transaksi ini, peserta didik tidak hanya berhasil mengamankan omzet puluhan juta rupiah, tetapi juga memperoleh bagi hasil keuntungan sebesar Rp2.500.000 sebagai bentuk apresiasi atas kerja kerasnya. Lebih dari sekadar angka, pencapaian ini membuktikan bahwa peserta didik MEC Surabaya mampu menangani alur transaksi digital yang kompleks secara profesional dan bertanggung jawab.
Keberhasilan Nur Hamidah menjadi suntikan motivasi bagi peserta didik lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa metode experiential learning (belajar melalui pengalaman) yang diterapkan MEC Surabaya efektif dalam membentuk mentalitas kewirausahaan. Peserta didik tidak hanya sekadar mengerti teori, namun memiliki jam terbang dalam menghadapi tantangan riil di industri kreatif.
Pihak manajemen MEC Surabaya berharap momentum ini menjadi langkah awal bagi seluruh peserta didik untuk melangkah lebih jauh. Lembaga berkomitmen untuk terus mendukung ekosistem belajar yang mendorong inovasi dan konsistensi, guna mencetak lulusan yang siap terjun langsung sebagai pelaku bisnis digital yang kompetitif dan mandiri.
Tentang Mandiri Entrepreneur Center (MEC)
Mandiri Entrepreneur Center (MEC) merupakan lembaga pendidikan vokasi yang berfokus pada pengembangan keterampilan praktis dan jiwa kewirausahaan. Melalui skema pendidikan yang inklusif, MEC berkomitmen melahirkan generasi muda yang memiliki kemandirian ekonomi, karakter yang kuat, serta kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan zaman.