Jakarta, MEC.or.id — Peserta Didik Lembaga Kursus Mandiri Entrepreneur Center (LK MEC) Jakarta mulai melaksanakan kegiatan penyusunan portofolio pembelajaran sebagai bagian dari tahapan akhir proses pendidikan. Kegiatan ini dimulai sejak Senin, 12 Januari 2026, dan dilaksanakan di kelas MEC Jakarta dengan melibatkan seluruh peserta didik aktif.
Penyusunan portofolio bertujuan untuk mendokumentasikan seluruh hasil karya peserta didik selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. Portofolio tersebut mencakup berbagai tugas, proyek pembelajaran, serta capaian kompetensi yang diperoleh sejak awal hingga akhir masa pendidikan. Dengan demikian, portofolio diharapkan mampu menggambarkan proses pembelajaran peserta didik secara utuh dan berkesinambungan.
Dalam pelaksanaannya, penyusunan portofolio dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Peserta didik diarahkan untuk menyusun, merapikan, serta mengedit dokumen sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan oleh lembaga. Setiap karya ditata secara sistematis agar mudah dipahami serta mencerminkan pengalaman belajar yang telah dijalani.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan dan pengawasan langsung dari mentor. Pendampingan diberikan untuk memastikan portofolio disusun sesuai standar, baik dari segi kelengkapan konten, kerapian penyajian, maupun kesesuaian dengan capaian pembelajaran yang ditargetkan.
Pak Irvan, Dosen Pembimbing MEC Jakarta menyampaikan bahwa penyusunan portofolio merupakan bagian penting dari proses evaluasi pembelajaran.
“Portofolio ini bukan hanya kumpulan tugas, tetapi rekam jejak proses belajar peserta didik. Melalui portofolio, kami dapat melihat perkembangan kompetensi, cara berpikir, serta tanggung jawab peserta didik terhadap karya yang dihasilkan,” ujarnya.
Portofolio yang disusun tidak hanya menampilkan hasil akhir, tetapi juga mencerminkan proses pembelajaran dan perkembangan kemampuan peserta didik. Oleh karena itu, peserta didik didorong untuk menyusun portofolio secara jujur, runtut, dan sesuai dengan pengalaman belajar yang telah dilalui.
Secara akademik, portofolio tersebut nantinya akan dipresentasikan di hadapan penguji yang memiliki kompetensi di bidang digital bisnis. Presentasi ini menjadi bagian dari tugas akhir pembelajaran yang berfungsi untuk mengukur pemahaman, kemampuan analisis, serta kesiapan peserta didik dalam mempertanggungjawabkan hasil karya yang telah disusun.
Ust Ade, Kepala Program MEC Jakarta menegaskan bahwa portofolio memiliki nilai strategis bagi peserta didik.
“Bagi kami, portofolio adalah catatan perjalanan pendidikan yang penting. Dokumen ini dapat menjadi bukti kompetensi peserta didik ketika melangkah ke dunia profesional, baik untuk melanjutkan usaha, magang, maupun bekerja,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, LKP MEC Jakarta berharap peserta didik mampu menghasilkan portofolio yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan praktis, serta memberikan manfaat nyata sebagai bekal dalam melanjutkan langkah profesional di masa mendatang.