Surabaya, MEC.or.id – Kreativitas tanpa batas kembali ditunjukkan oleh peserta didik Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Surabaya. Pada hari Senin, 22 Desember 2025 bertempat di kelas Desain Grafis, sebanyak 10 peserta didik dari Prodi Desain Grafis hari ini terlibat dalam proyek kreatif pembuatan Karikatur Wajah Digital. Proyek ini menuntut ketelitian tinggi karena para siswa harus mengubah wajah asli mereka menjadi karya seni yang unik, ekspresif, dan tetap memiliki karakter yang kuat.
Proses pembuatan dimulai dari tahap yang paling krusial, yaitu tracing atau pembuatan garis wajah. Menggunakan perangkat lunak CorelDRAW, ke-10 peserta didik ini mulai menggambar wajah mereka masing-masing dari awal. Alat utama yang digunakan adalah Pen Tool atau yang akrab disebut “Pentol” di kalangan desainer.
Penggunaan Pen Tool bukanlah perkara mudah. Peserta didik harus memiliki tangan yang stabil untuk menarik garis melengkung yang mengikuti anatomi wajah, mulai dari bentuk kepala, garis mata, hidung, hingga bibir. Namun, karena ini adalah karikatur, mereka diajak untuk melakukan improvisasi dengan menonjolkan fitur wajah tertentu agar terlihat lebih lucu dan berkarakter, tanpa menghilangkan kemiripan dengan wajah aslinya.
Setelah kerangka garis (outline) selesai, proses berlanjut ke tahap Pewarnaan. Pada tahap ini, peserta didik belajar tentang teknik shading (bayangan) dan highlight (pencahayaan). Pewarnaan dalam karikatur digital tidak hanya sekadar mengisi warna dasar, tetapi harus mampu menciptakan dimensi agar gambar tidak terlihat datar (flat).
Para siswa sangat antusias dalam mengeksplorasi palet warna kulit hingga pewarnaan pada bagian mata dan rambut. Ketelitian dalam meletakkan bayangan pada lekukan wajah menjadi kunci utama untuk menghasilkan efek “hidup” pada karikatur digital tersebut. “Pewarnaan adalah nyawa dari karikatur ini. Jika bayangannya tepat, karakternya akan langsung terlihat menonjol,” ujar Dosen desain grafis MEC.
Tidak hanya fokus pada wajah, proyek ini juga melatih peserta didik untuk berpikir secara keseluruhan sebagai sebuah karya seni. Setelah karakter wajah selesai, mereka diminta untuk mencari referensi background yang pas. Pemilihan latar belakang ini disesuaikan dengan tema yg sudah di rencanakan masing-masing peserta didik, agar pesan unik dari karikatur tersebut semakin kuat tersampaikan.
Proses terakhir adalah Finishing. Pada tahap ini, peserta didik melakukan pengecekan ulang terhadap kehalusan garis, keserasian warna antara objek wajah dan background, serta penambahan detail-detail kecil seperti tekstur atau efek cahaya tambahan. Finishing yang rapi menjadi pembeda antara karya amatir dan karya profesional yang siap dipasarkan.
Proyek yang diselesaikan pada 22 Desember 2025 ini membuktikan bahwa 10 peserta didik Prodi Desain Grafis MEC telah menguasai alur kerja industri kreatif secara mandiri. Dengan bekal keahlian mengolah software desain dan konsistensi skill yang terus diasah, mereka akan siap untuk menerima tantangan profesional di dunia kerja maupun sebagai wirausaha muda di bidang jasa ilustrasi digital.