Surabaya, MEC.or.id – Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Surabaya memiliki kebiasaan istimewa. Seperti biasa, mereka menjalankan kegiatan spiritual yang sudah menjadi bagian keseharian: membaca surah Al-Waqiah setelah shalat Asar dan surah Al-Mulk menjelang tidur.
Sejak adzan ashar dikumandangkan, suasana sore di MEC dipenuhi ketenangan. Para peserta didik duduk bersila, membuka mushaf, dan melantunkan ayat demi ayat surah Al-Waqiah secara berirama. Aktivitas ini diyakini membawa keberkahan sekaligus menjadi penguat spiritual di tengah kesibukan belajar kewirausahaan. Salah satu pembimbing MEC menegaskan, “Kami ingin para peserta didik tidak hanya tangguh secara bisnis, tapi juga kokoh secara iman.”
Kegiatan malam juga tidak kalah bermakna. Sebelum beristirahat, para peserta didik kembali berkumpul untuk membaca surah Al-Mulk bersama-sama. Surah yang terdiri dari 30 ayat ini diyakini sebagai pelindung dari siksa kubur bagi yang istiqamah membacanya. Lantunan ayat-ayatnya menciptakan ketenangan yang menutup hari dengan damai, sekaligus memberi rasa aman dan ketentraman bagi setiap peserta.
Rana, salah seorang peserta didik mengaku merasakan manfaat nyata dari kebiasaan ini. “Awalnya terasa biasa saja, tapi lama-lama tidur lebih nyenyak dan hati lebih damai. Rasanya seperti ada energi positif yang selalu menyertai,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Bagi MEC, kegiatan ini lebih dari sekadar ibadah. Rutinitas membaca dua surah ini sejalan dengan visi lembaga: membentuk wirausaha yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga berkarakter religius. Spiritualitas dianggap sebagai fondasi penting menghadapi tantangan dunia usaha, sehingga kesuksesan tidak hanya diukur dari materi, tetapi juga dari keberkahan hidup yang diperoleh melalui ketaatan kepada Allah.
Lebih dari itu, kebiasaan ini mempererat persaudaraan antar peserta didik. Kebersamaan dalam ibadah menumbuhkan solidaritas, semangat kolektif, dan motivasi untuk tumbuh bersama. MEC berharap kegiatan ini terus berlanjut, bukan hanya selama masa pendidikan, tetapi juga setelah para peserta didik kembali ke masyarakat. Dengan begitu, nilai-nilai religius yang ditanamkan akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup dan usaha mereka di masa depan.