Surabaya, MEC.or.id – Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Surabaya terus melakukan inovasi dalam kurikulumnya guna memastikan peserta didik siap menghadapi tuntutan industri kreatif yang mengutamakan kualitas. Hari ini, 10 peserta didik dari Program Studi Desain Grafis melaksanakan sesi praktik intensif pembuatan Vector Wajah Manual, sebuah metodologi yang dirancang khusus untuk mengasah Ketelitian Seni Digital mereka.
Kegiatan ini secara spesifik menugaskan para peserta untuk membuat vector portrait wajah teman sekelas mereka, menuntut akurasi dan konsistensi dari tahap awal hingga akhir.
Metode vector wajah manual dipilih karena memaksa desainer untuk memahami bentuk, bayangan, dan proporsi wajah secara mendalam, alih-alih mengandalkan fitur otomatis dari perangkat lunak. Prosesnya dimulai dari Outlines (Garis), di mana peserta didik harus menggambar ulang setiap detail struktur wajah, mata, hidung, dan rambut secara manual menggunakan pen tool atau brush digital berpresisi tinggi.
“Latihan ini adalah fundamental. Jika mereka mampu menangkap kemiripan wajah teman mereka sendiri hanya dengan garis vektor, itu menunjukkan penguasaan penuh terhadap software dan pemahaman anatomi visual. Kami menekankan bahwa setiap garis harus memiliki tujuan, bukan sekadar hiasan.” jelas Dosen Pembimbing.
Setelah tahap outline selesai, peserta didik melanjutkan ke tahap Pewarnaan (Coloring). Tahap ini menuntut tingkat kesabaran dan ketelitian yang sangat tinggi, di mana warna dan shading harus diaplikasikan dalam lapisan-lapisan vektor yang berbeda untuk menciptakan kedalaman dan dimensi, sehingga menghasilkan ilustrasi yang realistis tanpa menggunakan efek gradasi otomatis.
Tujuan utama dari metodologi ini adalah menciptakan desainer yang tidak hanya cepat dalam bekerja, tetapi juga unggul dalam kualitas. Desain vector wajah manual dikenal memiliki nilai jual tinggi di pasar merchandise custom, hadiah personal, dan kebutuhan ilustrasi komersial.
Salah satu peserta didik yang tengah menyelesaikan tahap pewarnaan, M. Syifaul Qhulub, menyampaikan tantangannya. “Membuat outline wajah teman sendiri terasa lebih sulit karena kami tahu detail wajah mereka. Tekanan untuk membuatnya 100% mirip sangat tinggi,” kata Syifaul. “Namun, setelah melihat hasilnya, kami sadar bahwa ketelitian ini adalah modal utama kami untuk menaikkan standar portofolio dan berani mematok harga premium untuk jasa kami.”
Dengan menjadikan vector wajah manual sebagai bagian dari kurikulum desain grafis, MEC Surabaya ingin para peserta didik tidak hanya lulus dengan sertifikat, tetapi juga dengan seperangkat keterampilan digital yang teruji, siap untuk memasuki industri kreatif yang kompetitif dan menuntut profesionalisme serta keahlian detail yang tak tertandingi.