Surabaya, MEC.or.id – Belajar bisnis digital tidak cukup hanya dengan memahami teori atau membuat konten. Peserta didik juga perlu mengalami langsung bagaimana sebuah produk dipasarkan, calon konsumen ditemukan, komunikasi dibangun, hingga transaksi terjadi.
Pendekatan tersebut diterapkan dalam pembelajaran Program Studi Bisnis Digital Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Surabaya. Peserta didik diberikan kesempatan mempraktikkan digital marketing melalui berbagai kanal digital, salah satunya Facebook Marketplace.
Terhitung sejak tanggal 1 hingga 17 September 2026, sebanyak 13 peserta didik mencatatkan omzet penjualan sekitar Rp50 juta, dengan keuntungan bersih kurang lebih Rp5 juta. Capaian tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk menguji strategi pemasaran secara langsung.
Belajar Menjual dan Membaca Pasar
Dalam praktiknya, peserta didik belajar menentukan produk, menyusun penawaran, mencari calon konsumen, merespons pertanyaan, melakukan negosiasi, hingga melakukan closing. Dari 13 peserta didik, sekitar 9–10 peserta didik telah berhasil melakukan closing, sementara lainnya masih menjalani proses mendapatkan pelanggan.
Perbedaan hasil tersebut menjadi bahan evaluasi. Peserta didik belajar bahwa tidak setiap penawaran langsung menghasilkan transaksi. Ada calon konsumen yang membutuhkan informasi lebih lanjut, masih mempertimbangkan, maupun belum melakukan pembelian.
“Praktik ini bukan hanya tentang mendapatkan penjualan. Peserta didik perlu belajar memahami konsumen, mencoba strategi, melihat hasil, kemudian melakukan evaluasi dan perbaikan,” ujar Afiq, Instruktur Prodi Bisnis Digital MEC.
Dari Transaksi Hari Ini ke Bisnis Jangka Panjang
Facebook Marketplace menjadi salah satu kanal untuk menguji strategi penjualan dalam jangka pendek. Namun, pembelajaran digital marketing di MEC tidak berhenti pada satu platform.
Peserta didik juga diarahkan memahami fungsi berbagai kanal digital, seperti media sosial, konten, komunikasi pelanggan, dan kanal pemasaran lainnya. Tujuannya bukan hanya mendapatkan transaksi, tetapi mulai membangun identitas bisnis, kepercayaan, hubungan dengan pelanggan, dan aset digital yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang.
Dengan pendekatan tersebut, peserta didik belajar bahwa satu transaksi bukan sekadar angka omzet. Transaksi dapat menjadi sumber informasi untuk memahami karakter konsumen, mengevaluasi penawaran, dan menentukan strategi berikutnya.
Membentuk Kemampuan Digital Marketing
Capaian omzet sekitar Rp50 juta dalam 17 hari menjadi salah satu data dari proses praktik yang dilakukan peserta didik. Lebih dari sekadar angka, pengalaman tersebut memberikan ruang bagi mereka untuk memahami dinamika pemasaran secara langsung.
Melalui pembelajaran berbasis praktik, peserta didik dilatih untuk mampu menyusun strategi, memilih kanal, berkomunikasi dengan konsumen, membaca hasil, dan melakukan perbaikan.
Kemampuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik, baik untuk mengembangkan usaha sendiri maupun memasuki dunia kerja di bidang digital marketing. Sebab, tujuan pembelajaran bukan sekadar mampu menjual melalui satu platform, tetapi mampu memahami bagaimana digital marketing digunakan untuk membangun dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.