NGAWI – Salah satu peserta didik LKP MEC Program Studi Kuliner Angkatan 20, Widodo, resmi melaksanakan grand opening usaha kuliner bertajuk Roti Bakar Cak Wid pada Sabtu, 13 Desember 2025. Usaha tersebut dibuka di kota asalnya, Ngawi, sebagai wujud nyata implementasi hasil pembelajaran dan pelatihan kewirausahaan yang telah diikuti selama tiga bulan di MEC.
Widodo, yang akrab disapa Cak Wid, merupakan peserta didik yang sejak awal menunjukkan minat besar di bidang bisnis kuliner. Ketertarikannya terhadap dunia usaha makanan mendorongnya untuk fokus mengembangkan produk roti bakar sebagai konsep bisnis utama sejak masa pelatihan di MEC. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran, para peserta memang ditantang untuk membuka usaha mandiri di daerah asal masing-masing.
Acara grand opening Roti Bakar Cak Wid berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Sejumlah tokoh turut hadir memberikan dukungan moril, di antaranya Kepala Cabang Yatim Mandiri Ngawi, Bapak Supriyatno, Ustadz Hamim selaku Wakil Kepala Kesiswaan MEC, serta Ustadz Hevny selaku Kepala Program MEC Surabaya. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan wirausaha muda binaan MEC.
Selama mengikuti pelatihan di MEC, Widodo mendapatkan pembinaan intensif dari dosen pengajar Program Studi Kuliner. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis memasak, tetapi juga mencakup pengelolaan usaha, perencanaan bisnis, pengendalian kualitas produk, serta strategi pemasaran. Pendampingan yang berkelanjutan tersebut dinilai mampu mematangkan kesiapan peserta didik untuk terjun langsung ke dunia usaha.
Usai menyelesaikan masa pelatihan selama tiga bulan, pemuda asal Ngawi ini memberanikan diri untuk langsung terjun ke lapangan dan memulai bisnis pertamanya. Roti Bakar Cak Wid menjadi langkah awal Widodo dalam membangun kemandirian ekonomi serta mengembangkan potensi diri di bidang kuliner. Usaha ini diharapkan mampu bersaing dan diterima oleh masyarakat sekitar.
Program pembinaan kewirausahaan ini merupakan bagian dari visi besar MEC, yaitu mencetak entrepreneur muda yang mandiri, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Melalui pendekatan tersebut, MEC berupaya menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga karakter, etika usaha, dan tanggung jawab sosial.
Tidak hanya memberikan pembekalan ilmu, MEC juga memberikan dukungan berupa modal usaha kepada peserta didik yang siap membuka bisnis. Selain itu, MEC melakukan monitoring dan pendampingan berkelanjutan hingga usaha yang dijalankan dapat berkembang dan berjalan secara stabil. Apabila di kemudian hari peserta mengalami kendala dalam menjalankan bisnisnya, pihak MEC akan turun langsung untuk membantu mencarikan solusi.
Dengan adanya program binaan ini, MEC berharap para peserta didik, termasuk Widodo, dapat merasakan manfaat yang berkelanjutan, baik bagi diri sendiri maupun keluarga. Kemandirian, kesiapan menghadapi tantangan dunia industri, serta kemampuan menciptakan peluang usaha menjadi harapan utama dari program tersebut.
Keberhasilan grand opening Roti Bakar Cak Wid diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik MEC lainnya untuk berani melangkah, memulai usaha, dan berkontribusi positif bagi masyarakat di daerah masing-masing.