SURABAYA – Suasana pagi di Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Surabaya terasa berbeda pada hari ini. Jika biasanya peserta didik akhwat MEC menjalankan ibadah salat Subuh berjamaah di asrama, kali ini langkah mereka mengarah ke luar lingkungan MEC. Dalam udara pagi yang sejuk, para peserta didik mengikuti salat Subuh berjamaah sekaligus kajian di Masjid An-Nuur, Jambangan, Surabaya.
Perubahan lokasi ibadah ini bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan menjadi pengalaman spiritual yang memberi kesan mendalam. Sejak dini hari, para peserta didik telah bersiap dengan penuh antusias. Kehadiran mereka di Masjid An-Nuur disambut suasana khusyuk, tenang, dan penuh kehangatan jamaah setempat.
Usai salat Subuh berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan kajian subuh yang membahas tema perjalanan dan transisi kehidupan manusia. Dalam kajian tersebut, jamaah diajak untuk memahami bahwa hidup adalah rangkaian proses—mulai dari fase belajar, berjuang, jatuh, bangkit, hingga menemukan makna di setiap ketetapan Allah SWT. Tak hanya itu, materi kajian juga menekankan pentingnya mensyukuri setiap peristiwa dalam hidup, baik yang terasa menyenangkan maupun yang penuh ujian.
Pesan-pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut seolah selaras dengan nilai-nilai yang selama ini ditanamkan di Mandiri Entrepreneur Center. MEC dikenal sebagai lembaga pembinaan yang tidak hanya fokus pada keterampilan vokasi dan kewirausahaan, tetapi juga pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan kedewasaan berpikir peserta didiknya.
Bagi para peserta didik akhwat MEC, kajian subuh ini menjadi ruang refleksi diri. Mereka diajak untuk menyadari bahwa proses pendidikan yang sedang dijalani adalah bagian dari perjalanan panjang kehidupan. Setiap tantangan yang dihadapi selama menempuh pendidikan di MEC merupakan bekal penting untuk masa depan, baik sebagai pribadi yang mandiri, berakhlak, maupun siap berkontribusi di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa peserta didik MEC dibina untuk aktif berinteraksi dengan lingkungan sekitar, membangun kebiasaan ibadah di tengah masyarakat, serta memperluas wawasan keislaman secara nyata. Nilai-nilai disiplin, kebersamaan, dan kepekaan sosial tampak jelas dalam kegiatan tersebut.