Penguatan Profesionalisme Guru Tilawati MEC Surabaya

Surabaya, MEC.or.id Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Surabaya kembali menyelenggarakan pembinaan rutin Tilawati dengan fokus utama pada peningkatan kompetensi guru sebagai ujung tombak keberhasilan proses belajar mengajar Al-Qur’an. Pembinaan yang berlangsung pekan ini menghadirkan Ustadz Hamim sebagai pemateri, dengan materi terarah mengenai standar performa guru, sistematika pengajaran, serta kedisiplinan dalam menerapkan metode Tilawati.

Pada sesi pembukaan, Ustadz Hamim menegaskan bahwa peran guru Tilawati tidak hanya sebatas menyampaikan materi, tetapi juga menampilkan sikap profesional, keteladanan, dan komunikasi yang efektif di hadapan peserta didik. Menurutnya, performa seorang guru — mulai dari ketegasan, ketelitian, hingga konsistensi dalam mengelola kelas — sangat menentukan kualitas pembelajaran Al-Qur’an.

Pembinaan kemudian berfokus pada sistematika pengajaran Tilawati yang wajib diterapkan secara konsisten. Ustadz Hamim menjelaskan bahwa setiap guru harus mengikuti alur pembelajaran mulai dari pembukaan kelas, pemanasan suara, pembacaan contoh, pengulangan bersama, hingga drill individual. Prosedur ini merupakan standar operasional metode Tilawati dengan demikian penyampaian materi dapat berlangsung terukur dan sesuai kaidah.

Dalam sesi praktik, para guru dilatih kembali untuk menjaga akurasi dalam memberikan contoh bacaan. Fokus diberikan pada ketepatan makhraj, hukum tajwid, ketepatan tempo, dan konsistensi irama Tilawati. Ustadz Hamim menegaskan bahwa guru tidak diperkenankan memberikan contoh yang keluar dari standar, karena hal tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan berulang pada peserta didik.

Pembinaan juga menyoroti aspek kedisiplinan. Guru diingatkan untuk hadir tepat waktu, menjaga suasana kelas tetap kondusif, serta memastikan setiap tahap pembelajaran berjalan sesuai waktu yang ditetapkan. Selain itu, sikap profesional seperti keteladanan akhlak, ketenangan saat mengoreksi kesalahan, dan kemampuan memberikan instruksi yang jelas menjadi perhatian utama.

Di akhir kegiatan, Ustadz Hamim menekankan pentingnya murojaah harian tidak hanya bagi peserta didik, tetapi terutama bagi guru. Menurutnya, kualitas bacaan seorang pengajar harus selalu terjaga agar tetap mampu menjadi rujukan yang benar bagi seluruh peserta.

Pembinaan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru Tilawati MEC Surabaya dalam mengajar Al-Qur’an secara sistematis, disiplin, dan berstandar tinggi. Program lanjutan telah direncanakan untuk memastikan peningkatan kompetensi guru berlangsung berkesinambungan serta selaras dengan pedoman resmi metode Tilawati.

Bagikan:

Tags

Related Post