Tidak semua orang memulai perjalanan hidup dari kondisi yang ideal. Ada yang tumbuh dalam keluarga besar dengan keterbatasan, namun tetap berusaha mencari jalan terbaik untuk berkembang. Begitulah kisah Said Abiagil Luthfi, alumni LKP Mandiri Entrepreneur Center (MEC) asal Depok, yang perlahan membangun masa depannya melalui proses belajar, kedisiplinan dan keterbukaan berpikir.
Said lahir di Jakarta pada 24 Maret 2003. Ia berasal dari keluarga dengan delapan bersaudara, dengan latar belakang keluarga sederhana. Ayah tirinya bekerja di bidang mesin ATM, sementara ibunya berperan sebagai ibu rumah tangga. Sejak awal, Said sudah terbiasa hidup dalam kebersamaan, keterbatasan, dan tuntutan untuk mandiri sejak muda.
Awal Mengenal LKP Mandiri Entrepreneur Center
Perjalanan Said mengenal LKP Mandiri Entrepreneur Center tidak datang dari iklan atau promosi besar-besaran. Ia mengetahui MEC dari kakaknya sendiri, yang sebelumnya juga merupakan lulusan lembaga tersebut. Dari situlah Said mulai tertarik dan mencari tahu lebih jauh.
Alasan utama Said memilih MEC adalah adanya program beasiswa penuh. Namun bukan hanya itu, ia melihat secara langsung bagaimana lulusan MEC, termasuk kakaknya, memiliki kesempatan yang cukup luas untuk berkembang. Pengalaman nyata tersebut membuat Said yakin untuk mengambil langkah dan mencoba bergabung.
Kondisi Sebelum Masuk MEC
Sebelum masuk MEC, Said bekerja sebagai musyrif. Di masa itu, ia sudah memiliki keinginan untuk terus belajar dan berkembang. Ia tidak hanya ingin bekerja, tetapi juga ingin menambah wawasan, relasi, dan keterampilan yang bisa menjadi bekal jangka panjang.
Ketertarikannya pada bidang teknologi informasi (IT) menjadi salah satu dorongan terbesarnya. Said merasa bahwa dunia IT adalah bidang yang sesuai dengan minatnya, meskipun saat itu pemahamannya masih sangat dasar. Keinginannya sederhana: bisa memahami dan menguasai IT secara bertahap.
Pengalaman Belajar di LKP Mandiri Entrepreneur Center
Bagi Said, pengalaman belajar di MEC memiliki kemiripan dengan kehidupannya saat mondok di pesantren. Kedisiplinan, rutinitas, dan kebersamaan menjadi bagian dari keseharian. Ia merasakan berbagai pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang menantang, dan semuanya menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Lingkungan belajar di MEC, menurut Said, terasa nyaman dan suportif. Mentor dan teman-teman saling mendukung dalam proses belajar. Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah saat berhasil menyelesaikan proyek pertamanya, yaitu membuat sebuah website. Momen tersebut menjadi titik penting yang menumbuhkan rasa percaya diri bahwa ia mampu belajar dan berkembang di bidang IT.
Perubahan Positif Setelah Lulus
Setelah lulus dari MEC, Said merasakan banyak perubahan, baik dari sisi keterampilan maupun pola pikir. Dari sisi hard skill, ia mulai memahami dunia IT secara bertahap dan mampu membuat website. Dari sisi soft skill, kemampuannya berbicara di depan umum semakin terasah.
Perubahan terbesar yang ia rasakan adalah pada cara berpikir. Said menjadi pribadi yang lebih terbuka, tidak terburu-buru mengambil keputusan, dan terbiasa menelaah sesuatu sebelum melangkah. Hal ini membuatnya lebih matang dalam menyikapi berbagai situasi.
Aktivitas dan Pencapaian
Saat ini, Said aktif bekerja sebagai imam dan muadzin di Masjid Al-Barkah Askrida Tower, yang berada di lingkungan PT Asuransi Bangun Askrida. Di samping bekerja, ia juga melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Pamulang, jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, jalur reguler.
Secara penghasilan, itu tidak membuatnya merasa “sukses besar”, tetapi cukup untuk membuatnya berdiri dengan kakinya sendiri. Dan untuk pertama kalinya, itu terasa cukup. Jika dulu ia ingin hidupnya dilihat orang lain, kini ia hanya ingin setia pada prosesnya sendiri. Ia belajar bahwa kesuksesan tidak selalu berarti melangkah lebih cepat, tetapi berani bertahan tanpa harus terus membandingkan diri.
Pesan untuk Peserta MEC
Untuk adik-adik yang sedang berjuang di MEC, Said berpesan agar selalu mendengarkan arahan mentor dan guru. Menurutnya, setiap nasihat yang diberikan memiliki makna dan tujuan yang baik. Sikap membantah atau melanggar justru bisa menghambat proses menjadi pribadi yang lebih baik.
Kesan untuk LKP MEC
Said menilai LKP Mandiri Entrepreneur Center sudah berjalan dengan baik dan berharap ke depannya bisa menjadi lembaga yang semakin baik dan memberi manfaat lebih luas bagi banyak orang.
Kisah Said Abiagil Luthfi menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu datang secara instan. Dengan niat belajar, proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh, dan keterbukaan untuk berkembang, langkah kecil hari ini bisa menjadi fondasi kuat untuk masa depan.