Momen Haru Hari Ibu: MEC Ajak Peserta Didik Mengenang Perjuangan Ibu”

MEC NEWS
MEC NEWS

SURABAYA, MEC.or.id – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti aula Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Surabaya pada Senin Malam, 22 Desember 2025. Dalam rangka memperingati Hari Ibu, MEC menggelar sesi refleksi mendalam yang diikuti oleh seluruh peserta didik. Acara ini bertujuan menanamkan kembali nilai bakti dan kasih sayang kepada sosok ibu yang telah menjadi jembatan kehidupan bagi setiap insan.

Acara dibuka dengan penyampaian materi yang sangat menyentuh dari Ustadz Hevny. Beliau mengangkat kisah inspiratif dari zaman Nabi Muhammad SAW, yaitu tentang Uwais Al-Qorni. Uwais adalah pemuda yang tidak dikenal di bumi, namun sangat masyhur di langit karena baktinya yang luar biasa kepada ibunya yang lumpuh.

Ustadz Hevny menceritakan bagaimana Uwais dengan sabar menggendong ibunya berjalan jauh dari Yaman menuju Makkah demi memenuhi keinginan sang ibu untuk berhaji. “Uwais Al-Qorni mengajarkan kita bahwa derajat seorang anak di mata Allah sangat ditentukan oleh cara ia memuliakan ibunya,” pesan Ustadz Hevny.

Sesi berlanjut dengan pembahasan mengenai pengorbanan fisik seorang ibu. Para peserta didik diajak membayangkan kembali masa sembilan bulan di mana ibu mengandung dengan beban berat, rasa mual, hingga kesulitan tidur. Puncaknya adalah saat proses kelahiran, di mana seorang ibu harus bertaruh nyawa demi menghadirkan anaknya ke dunia.

Perjuangan ibu pun tidak berhenti di sana. Sejak kita bayi hingga dewasa, ibu terus mendidik dengan sabar, menyuapi, dan mendoakan setiap langkah kita. “Begitu besarnya sayang ibu kepada kita, bahkan doa-doanya di sepertiga malamlah yang membuat kita bisa melangkah sejauh ini di MEC,” tambah Ustadz Hevny.

Momen yang paling menyentuh terjadi di sesi terakhir, saat Mentor melakukan pembagian HP kepada seluruh peserta didik. Suasana aula seketika pecah oleh isak tangis saat para siswa diminta untuk menelepon atau melakukan video call kepada ibu/wali mereka masing-masing.

Melalui sambungan telepon tersebut, para peserta didik menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas segala kesalahan, sikap kurang sopan, atau bantahan yang pernah mereka lakukan selama ini. Suara isak tangis terdengar di setiap sudut ruangan saat mereka meminta doa restu agar sukses menempuh pendidikan di MEC dan berjanji untuk menjadi anak yang lebih berbakti.

Setelah emosi mereda dan hati terasa lebih lega, acara pun ditutup dengan suasana kekeluargaan yang hangat. Seluruh peserta didik, mentor, dan pengurus MEC berkumpul untuk makan nasi tumpeng bersama.

Acara makan bersama ini menjadi simbol rasa syukur atas nikmat kebersamaan dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Melalui peringatan Hari Ibu ini, diharapkan para peserta didik MEC tidak hanya sukses belajar, tetapi juga menjadi pribadi yang berkarakter dan senantiasa memuliakan ibu mereka di atas segalanya.

Bagikan:

Tags

Related Post