SURABAYA, MEC.or.id – Sabtu 27 Desember 2025 sebelum fajar menyingsing dan suasana kota masih terlelap, geliat spiritualitas sudah mulai terasa di lingkungan asrama Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Surabaya. Pada Sabtu pagi ini, para peserta didik Ikhwan menunjukkan kedisiplinan dan kesungguhan dalam membangun kekuatan ruhiyah sebagai modal utama menjalani aktivitas harian.
Rangkaian ibadah pagi yang menjadi rutinitas pembentukan karakter ini diawali dengan pelaksanaan Shalat Tahajud secara mandiri di Aula MEC. Suasana hening sepertiga malam dimanfaatkan dengan baik oleh para siswa untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sebelum memulai padatnya jadwal pendidikan kewirausahaan.
Setelah menyelesaikan Shalat Tahajud, para peserta didik bersiap untuk melaksanakan ibadah utama di waktu fajar. Dengan penuh semangat, mereka berangkat secara bersama-sama berjalan kaki menuju Masjid An-Nur. Kebersamaan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan bentuk penguatan ukhuwah (persaudaraan) antar peserta didik agar saling menyemangati dalam kebaikan.
“Kami dididik untuk tidak hanya mengejar kesuksesan duniawi, tapi juga mengutamakan keberkahan dari Allah. Memakmurkan masjid di waktu subuh adalah latihan kedisiplinan paling dasar bagi seorang calon pengusaha muslim,” ujar Khoirul Muhibbin peserta didik Ikhwan di sela perjalanan.
Setibanya di Masjid An-Nur, rombongan MEC bergabung dengan jamaah warga sekitar untuk melaksanakan Shalat Subuh berjamaah. Suasana shalat berlangsung khidmat. Shaf yang rapat dan bacaan imam yang merdu memberikan ketenangan batin tersendiri bagi setiap peserta didik yang hadir.
Tidak berhenti sampai di situ, setelah salam terucap, para peserta didik tidak langsung beranjak pergi. Mereka melanjutkan agenda dengan Dzikir Pagi bersama. Duduk bersimpuh di dalam masjid, lantunan kalimat-kalimat thoyyibah, tasbih, tahmid, dan tahlil berkumandang dengan lembut. Dzikir pagi ini merupakan “benteng” spiritual yang diajarkan dalam sunnah Nabi SAW untuk menjaga lisan dan hati sepanjang hari.
Kegiatan pada 27 Desember ini merupakan bagian dari kurikulum pembentukan karakter di MEC yang menyeimbangkan antara hard skill (keterampilan bisnis) dan spiritual quotient (kecerdasan spiritual). Pihak manajemen MEC meyakini bahwa keberkahan waktu pagi adalah kunci kesuksesan dalam setiap urusan.
“Pagi hari adalah waktu yang penuh berkah. Jika subuhnya sudah terjaga, insyaAllah sepanjang hari aktivitas belajar dan praktik bisnis anak-anak akan diberikan kemudahan oleh Allah,” ungkap Mas Anam mentor pendamping.
Acara ditutup dengan kepulangan para peserta didik kembali ke asrama dengan wajah yang segar dan hati yang tenang, siap untuk menerima ilmu dan tantangan baru yang akan dihadapi selanjutnya.