Surabaya, MEC.or.id – Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Surabaya menyelenggarakan kegiatan akhirussanah pada Senin, 9 Februari 2026, sebagai penutup rangkaian program pendidikan dan pembinaan peserta didik. Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pimpinan lembaga, mentor, tamu undangan, serta seluruh peserta didik MEC angkatan 20.
Sambutan dan Apresiasi Pimpinan Lembaga
Acara dibuka secara resmi dan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan lembaga yang menyampaikan apresiasi atas proses pembelajaran yang telah dilalui peserta selama masa pendidikan di kampus dan asrama.
Penampilan Kreatif dan Refleksi Perjalanan Peserta
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penampilan peserta didik, mulai dari pertunjukan seni hingga persembahan kreatif yang menggambarkan dinamika pembelajaran selama satu tahun terakhir. Penampilan tersebut menjadi bagian dari refleksi perjalanan mereka sekaligus bentuk apresiasi terhadap proses yang telah dijalani.
Sebelum memasuki sesi inti, panitia menayangkan video dokumenter berisi rangkaian aktivitas peserta selama mengikuti program, termasuk pembelajaran di kelas, praktik kewirausahaan, serta kegiatan pembinaan karakter di asrama. Tayangan tersebut menghadirkan kembali berbagai momen kebersamaan dan proses pendewasaan yang dialami peserta.
Prosesi Wisuda Hafidz dan Guru Al-Qur’an Jadi Agenda Utama
Acara dilanjutkan dengan Prosesi Wisuda Hafidz dan Guru al-Qur’an yang menjadi agenda utama dalam akhirussanah. Peserta dipanggil satu per satu untuk menerima penghargaan kelulusan sebagai tanda telah menyelesaikan program pendidikan sesuai standar MEC. Prosesi berlangsung tertib dan disambut hangat oleh para hadirin.
Kesan dan Pesan Perwakilan Peserta Didik
Dalam sesi kesan dan pesan, perwakilan peserta didik, Ayling, menyampaikan rasa syukur atas pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan. “Selama di MEC, kami tidak hanya belajar keterampilan vokasi, tetapi juga belajar disiplin, tanggung jawab, dan cara bekerja dalam tim. Banyak proses yang tidak mudah, tetapi justru itu yang membentuk kami,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebersamaan di asrama menjadi pengalaman yang berkesan. “Kami belajar hidup mandiri dan saling mendukung. Itu menjadi bekal penting ketika nanti terjun ke dunia kerja maupun wirausaha,” katanya.
Pesan Kepala Program untuk Para Alumni
Sementara itu, Kepala Asrama sekaligus Kepala Program, Ustadz Hevny, menegaskan bahwa kelulusan bukanlah titik akhir dari proses belajar. “Akhirussanah ini menandai selesainya fase pendidikan formal di MEC, tetapi pembelajaran tidak berhenti di sini. Tantangan sesungguhnya justru dimulai ketika para lulusan kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para alumni menjaga integritas dan nilai-nilai yang telah dibangun selama masa pembinaan. “Kami berharap lulusan MEC tetap memegang kedisiplinan, etika kerja, dan semangat untuk terus belajar. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh akan bermakna jika dijalankan dengan tanggung jawab,” tambahnya.
Penutup dan Doa Bersama
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh lulusan dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh serta menjalani tahap pengabdian dan pengkaryaan dengan baik. Dengan berakhirnya doa, rangkaian akhirussanah MEC Surabaya resmi ditutup dalam suasana tertib dan penuh rasa syukur.