Surabaya, MEC.or.id – Perjalanan edukatif peserta didik Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Surabaya menuju kawasan religi Sunan Ampel pada 15 November lalu tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan spiritual, tetapi juga sarana pemberdayaan melalui pembelajaran sejarah. Salah satu titik penting dalam rangkaian agenda tersebut adalah kunjungan observasi di area Tugu Pahlawan, yang dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai nilai perjuangan dan karakter kebangsaan.
Rombongan tiba pada siang hari dan langsung diarahkan untuk melakukan pengamatan di area luar monumen. Tugu Pahlawan, sebagai simbol keteguhan dan keberanian rakyat Surabaya, menjadi media pembelajaran kontekstual bagi para peserta. Claudya, Mentor Pendamping kegiatan memberikan penjelasan singkat tentang latar sejarah pertempuran 10 November 1945 serta makna filosofis bentuk monumen yang menyerupai paku terbalik. Informasi tersebut membantu peserta menautkan antara sejarah, simbol, dan nilai karakter yang relevan dengan proses pembinaan di MEC.
Selama sesi observasi, peserta didik menunjukkan antusiasme dan ketertarikan terhadap materi yang disampaikan. Mereka mencatat poin-poin penting terkait perjuangan arek-arek Suroboyo, serta merefleksikan bagaimana nilai keberanian, keteguhan, dan solidaritas dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses belajar mereka saat ini. Kegiatan ini juga dirancang sebagai momentum untuk mendorong kemampuan berpikir kritis peserta melalui observasi langsung terhadap situs bersejarah.
Meskipun rombongan tidak memasuki museum bawah tanah, kegiatan yang berlangsung di area luar tetap memberikan nilai edukatif yang signifikan. Peserta diajak merefleksikan kondisi perjuangan masa lalu melalui suasana lingkungan yang mereka lihat secara langsung. Pendamping juga mengaitkan materi sejarah dengan nilai-nilai pembentukan karakter yang menjadi bagian dari kurikulum pembinaan MEC.
Kunjungan ke Tugu Pahlawan menjadi salah satu rangkaian yang memperkaya pengalaman peserta sebelum melanjutkan perjalanan ke Sunan Ampel sebagai tujuan utama. Dalam Kegiatan ini, MEC Surabaya ingin menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berbasis kelas, tetapi juga menyentuh aspek historis, spiritual, dan karakter. Pengalaman langsung di situs bersejarah diharapkan dapat memperkuat identitas, motivasi, serta rasa tanggung jawab peserta didik sebagai generasi muda.