MOJOKERTO – Senin, 16 Desember 2025, salah satu peserta didik LKP MEC Program Studi Kuliner asal Mojokerto, Jawa Timur, resmi membuka usaha di bidang perkopian. Peserta didik tersebut bernama Muzilul Ilbas, yang akrab disapa Ilbas. Setelah mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan di MEC, Ilbas memberanikan diri untuk terjun langsung ke dunia wirausaha dengan membuka usaha kopi bermerek Rindu Desa.
Ilbas merupakan peserta didik yang sejak awal menunjukkan ketertarikan besar terhadap dunia kopi. Minat tersebut mendorongnya untuk mendalami perkopian secara serius selama masa pelatihan di MEC. Ia mempelajari berbagai aspek penting, mulai dari pengenalan jenis dan karakter biji kopi, teknik pengolahan, pembuatan espresso, hingga meracik minuman kopi yang layak jual dan sesuai dengan selera pasar.
Tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, Ilbas juga dibimbing secara langsung oleh praktisi kopi yang telah memiliki dan mengelola kafe. Dalam proses tersebut, ia mendapatkan pengalaman praktis yang mencakup teknik penyeduhan, standar kualitas produk, hingga pengelolaan operasional usaha. Selain itu, Ilbas juga dibekali pengetahuan tentang manajemen bisnis dan strategi pemasaran, yang menjadi bekal penting dalam memulai usaha secara mandiri.
Salah satu program unggulan LKP MEC adalah mencetak wirausaha muda yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri. Melalui program tersebut, para peserta didik tidak hanya diarahkan untuk memiliki keterampilan kerja, tetapi juga didorong untuk berani membuka usaha sendiri. Dari program inilah lahir sejumlah peserta didik yang memutuskan terjun ke dunia usaha, salah satunya Muzilul Ilbas asal Mojokerto.
Latar belakang hidup yang sederhana tidak membuat Ilbas menyerah terhadap keadaan. Selama tinggal di asrama MEC, ia dikenal fokus dan konsisten mengembangkan rencana usaha kopi. Dengan bimbingan para dosen serta dukungan fasilitas pembelajaran yang memadai, Ilbas semakin mantap memilih jalur wirausaha di bidang perkopian. Usaha kopi yang dirintisnya kini mengusung merek Rindu Desa, yang diharapkan mampu menghadirkan cita rasa kopi yang khas dan dekat dengan masyarakat.
Manajemen MEC memberikan dukungan penuh terhadap langkah Ilbas, mulai dari bantuan modal usaha hingga pendampingan berkelanjutan dalam pengelolaan bisnis. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen MEC dalam memastikan usaha peserta didik dapat berkembang secara optimal. Pada acara pembukaan usaha, manajemen MEC turut hadir memberikan semangat, di antaranya Ustadz Hamim selaku Wakil Kepala Kesiswaan, Ibu Vamela selaku penanggung jawab kurikulum, serta Ustadz Muhai selaku Wakil Kepala Operasional MEC.
Kehadiran jajaran manajemen MEC tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi Ilbas yang tengah memulai perjuangan pertamanya di dunia wirausaha. Dengan dimulainya usaha kopi berbasis coffee box, Ilbas berharap langkah kecil ini dapat berkembang menjadi usaha yang lebih besar. Impiannya ke depan adalah memiliki kedai kopi atau coffee shop sendiri.
Melalui kisah ini, MEC berharap usaha yang dirintis oleh Ilbas dapat berjalan dengan baik dan menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya. Kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang, ketekunan, dan kesungguhan dalam berjuang. Program pembinaan MEC diharapkan terus melahirkan wirausaha muda yang mandiri, tangguh, dan siap menghadapi tantangan dunia usaha.