Portrait adalah salah satu jenis atau orientasi dalam pengambilan foto atau fotografi. Orientasi lainnya dalam dunia fotografi adalah landscape. Pengetahuan atau pemahaman mengenai dua orientasi tersebut menjadi hal dasar dalam dunia fotografi.
Jika kamu baru dalam dunia fotografi dan masih kebingungan mengenai landscape dan portrait, maka kamu wajib untuk menyimak artikel ini hingga akhir. Disini akan dibahas secara lengkap mengenai portrait dalam dunia fotografi.
Pengertian Landscape dan Portrait adalah dalam Dunia Fotografi
Portrait merupakan sebuah fungsi pada foto atau kamera yang akan menghasilkan foto dalam bentuk vertikal atau tegak lurus. Foto portrait memiliki dimensi yang lebih panjang dibandingkan lebar. Foto portrait sangat cocok digunakan untuk pengambilan objek yang spesifik atau khusus.
Sedangkan orientasi landscape merupakan fungsi pada foto atau kamera yang akan menghasilkan foto dalam bentuk horizontal. Sehingga foto yang dihasilkan dimensinya lebih lebar dibandingkan panjangnya. Foto landscape cocok untuk pengambilan pemandangan alam yang luas.
Baca Juga : Fotografi Adalah: Pahami Panduan Lengkap untuk Dunia Fotografi
Perbedaan Utama Foto Portrait dan Landscape
Untuk mempermudah kamu memahami mengenai portrait dan landscape, berikut rangkuman mengenai perbedaan utama mengenai keduanya.
1. Kegunaan
Perbedaan pertama adalah pada kegunaannya. Foto portrait memiliki kegunaan dan sangat cocok digunakan untuk sebuah objek foto tunggal. Sedangkan untuk foto landscape memiliki kegunaan dan sangat cocok untuk mengambil foto dengan objek bidang yang luas atau sekelompok orang bersama.
2. Komposisi
Perbedaan yang kedua terletak pada komposisi. Komposisi antara foto portrait dan landscape sangat berbeda. Foto portrait memiliki komposisi yang lebih fokus pada objek atau subjek yang diambil sehingga bagian latar belakang memiliki space yang sangat sedikit bahkan bisa saja blur.
Sedangkan foto landscape memiliki komposisi dengan ruang yang lebih luas. Sehingga dalam satu foto bisa menampilkan lebih banyak dan berbagai macam detail objek atau subjek yang menjadi bahan foto.
3. Fokus
Fokus pada foto menjadi perbedaan selanjutnya. Jika portrait adalah foto yang berfokus pada satu titik seperti bagian tubuh tertentu atau bagian objek tertentu. Namun, foto landscape memiliki fokus yang lebih luas dan merata pada seluruh area foto.
4. Ketersediaan Ruang Kosong
Perbedaan antara kamera portrait dan landscape adalah ketersediaan ruang kosong pada foto yang dihasilkan. Jika foto portrait tidak memiliki banyak ruang kosong karena fokus pada satu titik objek. Namun, jika foto landscape memiliki ketersediaan ruang kosong yang luas terutama bagian latar.
5. Penampilan Ekspresi Objek
Ketika mengambil sebuah foto, ekspresi objek foto menjadi salah satu elemen kelengkapan foto tersebut. Perbedaan antara portrait dan landscape juga berada pada penampilan ekspresi yang didapat pada foto.
Jika foto portrait lebih bisa menangkap dan menampilkan lebih banyak ekspresi wajah atau bagian tubuh jika objeknya merupakan manusia. Jika foto landscape, biasanya tidak menampilkan ekspresi secara detail karena objeknya banyak orang atau bahkan tanpa ekspresi karena objeknya alam.
Gaya Fotografi dalam Orientasi Portrait
Setelah mengetahui pengertiannya, kamu perlu mengetahui lebih mendalam mengenai bentuk portrait dalam sebuah foto. Ternyata, dalam pengambilan foto secara portrait ada beberapa gaya yang populer dan bisa kamu gunakan. Simak pembahasan lengkapnya.
1. Environmental Portrait
Foto portrait adalah foto yang bisa diambil dengan berbagai macam gaya. Gaya yang pertama adalah environmental portrait. Gaya yang satu ini adalah gaya pengambilan foto dimana objek foto diambil gambarnya di lingkungan tempat ia biasa melakukan aktivitas.
Contohnya, seseorang bekerja sebagai dokter dan ingin mengabadikan momen ketika ia bekerja. Sehingga fotografer akan menggunakan gaya environmental portrait yakni memfoto objek bersama dengan lingkungan sekitar dimana dokter tersebut bekerja.
2. Klasik Portrait
Gaya berikutnya ini sudah ada sejak zaman dahulu ketika fotografi ditemukan dan dikembangkan. Portrait klasik merupakan gaya pengambilan foto dimana semua bagian foto didominasi oleh wajah dari objek atau model.
Tujuan dibuatnya foto dengan gaya klasik portrait adalah untuk menangkap keseluruhan karakter dari model yang difoto. Framing yang cocok digunakan untuk gaya ini adalah head shot dan dua pertiga. Sehingga akan memaksimalkan karakter dari si model.
3. Glamour Portrait
Foto portrait adalah foto yang bisa diambil dengan berbagai macam gaya. Gaya selanjutnya adalah glamour portrait. Gaya yang satu ini merupakan gaya foto yang berfokus pada sisi mewah dan daya tarik yang menonjol dari model atau objek foto.
Baca Juga : Mengenal Fotografi Jurnalistik: Definisi, Jenis, Fungsi dan Lainnya
Pengambilan gambar dalam gaya ini sangat diambil dalam orientasi portrait sehingga berfokus pada model yang menunjukkan penampilan atau sisi glamornya. Salah satu tips untuk menghasilkan foto glamour portrait bagus adalah membuat penampilan model mewah dan didukung lighting yang baik.
4. Lifestyle Portrait
Gaya foto yang satu ini digunakan untuk mengabadikan “gaya hidup” dari model atau objek yang difoto. Jika secara teknis fotografi, gaya yang satu ini adalah gaya foto gabungan dari environmental portrait dan candid.
Namun, titik fokusnya lebih kepada model kehidupan yang sedang dijalani oleh model atau objek. Gaya lifestyle portrait banyak digunakan untuk pengambilan foto fashion, editorial, farmasi dan industri. Dimana tujuan foto tersebut adalah untuk membuat orang tertarik mencoba gaya hidup yang ditawarkan.
5. Candid Portrait
Foto portrait adalah foto yang bisa diambil dengan berbagai macam gaya. Gaya selanjutnya adalah candid portrait. Gaya foto ini menekankan pada pengambilan foto dimana objek atau model foto tidak mengetahui jika sedang diambil gambarnya.
Foto dengan gaya ini biasanya diambil secara spontan dan tidak disengaja sehingga memperoleh ekspresi model atau objek yang natural. Gaya candid portrait biasanya digunakan dalam foto street photograpy, jurnalisme, travel photography dan event.
6. Conceptual Portrait
Gaya yang keenam adalah conceptual portrait yang berfokus pada model namun terdapat dimensi yang ditambahkan yakni sebuah konsep. Konsep yang ditambahkan disini akan menyampaikan tujuan dari pengambilan foto,
Gaya conceptual portrait sangat sering digunakan dalam pengambilan foto untuk keperluan iklan suatu brand produk. Konsep yang ditambahkan pada model biasanya akan mengajak penonton iklan untuk membeli produk dari brand tersebut.
7. Surreal Portrait
Foto portrait adalah foto yang bisa diambil dengan berbagai macam gaya. Gaya yang bisa kamu gunakan selanjutnya dalam pengambilan foto adalah surreal portrait. Gaya yang satu ini cukup unik dan berbeda dibandingkan dengan gaya lain karena berpatokan pada surealisme.
Surealisme adalah sebuah seni gerak yang mulai ada dan muncul pada tahun 1920-an. Pada bidang fotografi, pengambilan gaya foto surreal potrait membutuhkan sejumlah trik atau efek sehingga akan menghasilkan foto surreal yang diinginkan oleh fotografer.
8. Portrait Abstrak
Gaya yang terakhir ini juga memiliki gaya unik yakni foto yang dihasilkan secara digital dengan cara menumpuk beberapa gambar atau foto. Sehingga memberikan hasil akhir yang tetap tampak bentuk objek atau model namun ada kesan abstrak didalamnya.
Elemen Penting dalam Pengambilan Foto Portrait
Sebagaimana yang sudah dibahas secara detail bahwa foto portrait adalah foto yang berfokus pada objek atau model, saatnya membahas mengenai elemen penting dalam pengambilan foto portrait. Elemen penting ini akan membantu kamu untuk menghasilkan foto yang bagus dan indah.
1. Angle atau Sudut
Elemen pertama adalah angle atau sudut pengambilan foto. Elemen ini menekankan pada bagaimana seorang fotografer mengambil foto dan melihat objek dalam foto dengan menggunakan kamera. Pemilihan sudut pengambilan foto yang sesuai akan menghasilkan foto yang indah.
Terdapat beberapa macam sudut pengambilan gambar yang dasar dan wajib diketahui dalam dunia fotografi, yakni:
- Eye level : sudut pengambilan gambar ini merupakan yang paling dasar yakni pengambilan gambar atau foto dari sudut pandang yang sama rata dengan mata sang fotografer.
- Frog eye : sudut pengambilan gambar atau foto yang ini diambil dari bagian bawah objek sehingga objek atau model akan tampak lebih besar atau tinggi dibandingkan aslinya.
- High angle : sudut pengambilan gambar atau foto yang diambil dari posisi lebih tinggi dibandingkan dengan ketinggian objek atau model sehingga objek atau model akan terlihat lebih kecil. Hasil fotonya akan tampak lebih dramatis dan memiliki kesan intimidatif.
- Bird Eye : sudut pengambilan gambar dimana fotografer mengambil gambar dari titik yang tinggi dan jauh dari objek atau model. Pengambilan gambar dengan sudut ini akan menghasilkan gambar dengan tampilan yang luas sehingga cocok untuk jenis foto landscape.
- Close Up : sudut pengambilan gambar yang satu ini akan sangat fokus pada satu objek saja sehingga hasil fotonya akan menampilkan kesan yang mendalam. Sudut pengambilan close up cocok untuk foto portrait yang ingin berfokus pada objek atau model saja.
2. Lighting atau Pencahayaan
Elemen untuk menghasilan foto portrait adalah lighting atau pencahayaan. Pencahayaan menjadi elemen yang penting untuk menghasilkan foto portrait yang fokus pada objek sehingga hasilnya baik dan indah.
Mengatur pencahayaan sesuai dengan kondisi objek atau hasil foto yang diinginkan merupakan hal dasar yang perlu dimiliki oleh fotografer. Pastikan untuk tidak membuat pencahayaan yang terlalu gelap atau terlalu terang.
3. Komposisi
Komposisi menjadi elemen selanjutnya yang harus diperhatikan dalam pembuatan foto portrait yang bagus. Seperti yang diketahui bahwa foto portrait tidak menggunakan banyak elemen sebagaimana foto landscape, maka setiap komposisi elemen didalamnya harus diperhatikan dengan baik.
Baca Juga : Perbedaan Vektor dan Bitmap, Contoh Aplikasi Pendukungnya
Usahakan jangan sampai elemen tambahan tersorot lebih baik dibandingkan dengan objek atau model utama. Kemudian, penataan komposisi semua elemen dalam foto yang baik akan menghasilkan foto dengan dimensi sehingga tampak lebih indah dan nyata.
4. Momen
Elemen terakhir untuk menghasilkan sebuah foto portrait yang bagus adalah momen. Momen merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pengambilan foto. Momen menjadi elemen penting terutama pada pengambilan foto dengan gaya candid potrait.
Pengambilan foto dengan momen yang tepat akan menghasilkan foto yang bagus dan menambah estetika foto tersebut. Untuk mengambil foto dengan momen yang tepat, seorang fotografer harus memperbanyak berlatih dalam mengambil foto.
Kesimpulan
Portrait adalah salah satu orientasi atau jenis foto dalam dunia fotografi. Selain portrait ada orientasi landscape. Keduanya sering digunakan dalam dunia fotografi dan merupakan ilmu dasar yang wajib dikuasai.
Foto portrait sendiri digunakan untuk pengambilan gambar yang berfokus pada satu objek atau model. Meskipun demikian, gaya pengambilan fotonya sangat beragam sehingga tidak monoton dan bisa disesaikan dengan kebutuhan.
Wujudkan Impianmu : Beasiswa 100% dari LKP Mandiri Entrepreneur Center!
Segera daftarkan dirimu dan ikuti jejak para pengusaha sukses yang telah kami latih. Bersama, kita akan membangun generasi penerus yang siap menghadapi tantangan dunia bisnis global.
Jangan tunda lagi! Jadilah bagian dari perubahan. Daftar sekarang di LKP Mandiri Entrepreneur Center dan mulailah perjalanan menuju kesuksesanmu. DAFTAR SEKARANG