Apa Itu Moodboard? Penjelasan Pengertian, Fungsi, & Caranya

Moodboard adalah

Moodboard adalah sebuah elemen yang wajib ada dan sangat membantu seorang desainer dalam menyelesaikan atau membuat sebuah desain atau karya. Meskipun memiliki peran yang sangat penting dalam penyelesaian desain, namun ternyata banyak yang belum mengetahui mengenai moodboard.

Jangan khawatir! Buat kamu yang belum memahami atau mengerti mengenai moodboar, kamu bisa menyimak artikel ini hingga akhir. Disini akan dibahas lengkap mengenai pengertian, fungsi hingga cara membuat moodboard yang benar.

Moodboard Adalah

Moodboard adalah

Sebelum masuk ke pembahasan lainnya, kamu harus memahami mengenai pengertian moodboard itu sendiri. Moodboard merupakan sekumpulan yang berisikan gambar, visual atau objek lain yang dibuat dengan tujuan untuk mempresentasikan sesuatu kepada klien atau membuat sebuah desain.

Untuk bentuknya bebas bisa disesuaikan dengan kebutuhan desainer ketika akan membuat sebuah desain. Yang jelas, moodboard harus dibuat sedemikian rupa sehingga bisa membatu desainer dalam menentukan tema dalam sebuah desain.

Tujuan Pembuatan Moodboard

Tentunya moodboard dalam dunia desain dibuat bukan tanpa tujuan bukan? Tujuan dari pembuatan moodboard adalah untuk mengumpulkan berbagai ide visual yang bisa dijadikan sumber insprasi untuk desain akhir yang ingin dibuat.

Baca Juga : Apa Itu Infografis? Pengertian, Jenis, Cara Membuat, dan Platform

Dengan demikian, jika seorang desainer bisa membuat moodboard yang baik, maka akan sangat membantu desainer selama proses pembuatan desain. Sehingga jika terjadi penyimpangan konsep, seorang dessainer bisa langsung melihat moodboard dan kembali ke konsep yang dirumuskan.

Komponen Wajib dalam Moodboard

Dalam sebuah moodboard, harus ada beberapa komponen yang akan dibahas dibawah ini sehingga moodboard bisa fungsional dan efektif. Simak penjelasan lengkapnya.

komponen utama yang pertama karena gambar merupakan bentuk visual yang bisa ditangkap oleh mata. Gambar yang dimuat dalam sebuah moodboard akan membantu klien atau desainer untuk memahami tujuan yang akan dicapai pada desain akhir nantinya.

2. Typography

Dalam sebuah desain tentunya tidak hanya gambar sebagai visual yang dibutuhkan, tulisan atau teks juga termasuk elemen dalam sebuah desain. Sehingga komponen utama selanjutnya yang wajib ada dalam sebuah moodboard adalah typography.

Bagian typoghraphy ini berisikan mengenai jumlah huruf, jenis font, ukuran font hingga cara presentasi teks yang akan dimasukkan dalam desain akhir. Pemetaan mengenai font sebaiknya didasari dengan makna font secara psikologis sehingga bisa membantu menyampaikan tujuan pada desain akhir.

3. Deskripsi Item

Komponen selanjutnya dalam sebuah moodboard adalah deskripsi item. Pada bagian ini akan memuat penjelasan lengkap mengenai konsep atau catatan penting dari sebuah desain. Bagian ini wajib dituliskan dengan lengkap oleh desainer.

Prodi Desain Grafis

Dengan demikian, desainer bisa menyampaikan konsep yang diusung dengan mudah kepada klien atau anggota tim lainnya. Selain itu, yang menerima informasi terkait konsep desain juga akan lebih mudah memahami dan menerimanya dengan adanya komponen deskripsi item.

4. Pallete Warna

Pallete warna menjadi komponen selanjutnya yang tidak kalah penting. Color moodboard ini akan membantu kamu untuk menentukan tema dan skema warna yang dianggap paling cocok dengan tujuan desain akhir nantinya.

Pastikan warna harus menggambarkan dan merepresentasikan visi dan misi atau tujuan dibuatnya desain tersebut. Contoh jika membuat desain terkait hari kemerdekaan, maka salah satu pallete warna yang harus dimasukkan dalam desain adalah merah.

5. Value

Value merupakan komponen yang seringkali dianggap tidak atau kurang penting. Namun, melalui komponen value seorang desainer bisa menyampaikan konsep dan makna konsep yang dibawa kepada tim atau klien.

Fungsi Moodboard

Setelah membahas lengkap mengenai pengertian, tujuan dan komponen yang wajib ada dalam sebuah moodboard. Saatnya membahas mengenai apa saja fungsi dari moodboard. Beberapa fungsi dari moodboard adalah sebagai berikut:

1. Memperjelas Visi Pembuatan Desain atau Proyek

Fungsi pertama yang sangat bisa dirasakan ketika memiliki moodboard adalah untuk memperjelas visi pembuatan desain atau proyek. Ketika berada pada fase awal bekerja menyelesaikan proyek atau desain, biasanya kamu dan tim masih on the track sesuai dengan tujuan yang dirumuskan.

Namun, ketika masing-masing anggota tim sudah mengerjakan jobdesknya, seringkali mengalami penyimpangan dari visi awal. Dengan adanya moodboard, maka semua anggota tim bisa melihat visi atau tujuan pembuatan desain atau proyek sehingga pekerjaan bisa kembali on the track.

2. Membantu Membangun Fondasi yang Kuat

Pembuatan moodboard dalam penyelesaian proyek atau desain memiliki fungsi untuk membantu membangun sebuah fondasi atau dasar yang kuat. Pasalnya, dalam sebuah moodboard juga dimuat mengenai hasil akhir ideal seperti apa yang akan dicapai.

Dengan demikian, semua orang baik desainer, tim, atau klien yang membaca moodboard akan memiliki visi dan tujuan yang sama. Sehingga semuanya akan bekerja sama sesuai dengan rencana untuk mendapatkan hasil akhir yang terbaik.

3. Memudahkan Kolaborasi

Pembuatan sebuah moodboard movie akan sangat bermanfaat untuk memudahkan kolaborasi semua tim yang bertanggung jawab menyelesaikan desain atau proyek tersebut. Meskipun visi, tujuan, dan konsep desain bisa disampaikan secara lisan, namun akan lebih baik ada moodboard.

Karena melalui moodboard semua tim akan mengetahui dengan jelas gambaran secara menyeluruh dan hasil akhir desain atau proyek yang akan dicapai. Dengan anggota tim yang sudah memahami gambaran desain atau proyek dengan baik, maka akan dengan mudah melakukan kolaborasi kerja.

4. Membantu Proses Penjelasan Kepada Klien

Salah satu fungsi moodboard adalah yang paling banyak dirasakan oleh penggunanya yakni membantu proses penjelasan sebuah proyek atau desain kepada klien. Klien merupakan orang yang membayar kamu untuk menyelesaikan sebuah desain atau proyek.

Baca Juga : Apa Itu Jurusan Desain Grafis, Peluang Karir, dan Seleksinya?

Sehingga, ada baiknya kamu melibatkan klien sejak awal pengerjaan atau penyelesaian proyek atau desain tersebut. Ketika menjelaskan, maka akan ada tantangan karena kamu merupakan ahli di bidang tersebut sedangkan klien merupakan orang awam.

Dengan demikian, kehadiran moodboard sangat dibutuhkan karena disana akan dimuat semua informasi penting secara detail dan singkat mengenai desain atau proyek yang akan diselesaikan sesuai request klien. Sehingga moodboard akan sangat membantu proses penjelasan detail desain kepada klien.

Cara Membuat Moodboard yang Baik

Membuat moodboard adalah proses yang cukup rumit apabila ingin moodboard bisa berfungsi dengan baik sehingga membantu proses penyelesaian proyek atau desain. Berikut beberapa cara atau langkah yang harus kamu lakukan untuk menghasilkan moodboard yang baik dan sesuai.

1. Menentukan Tujuan Awal yang Jelas

Tujuan awal menjadi jiwa atau inti dari pembuatan moodboard yang baik. Sehingga kamu harus menentukan dan memikirkan tujuan awal yang jelas sehingga hasil akhir proyek atau desain sesuai dengan tujuan awal tersebut.

PPDB

Kamu bisa menggunakan beberapa kata yang menggambarkan proyek atau desain akhir yang ingin dicapai. Contohnya jika kamu sedang mendesain sebuah kamar anak, maka kamu bisa memasukkan beberapa kata sebagai tujuan utama moodboard seperti ‘nyaman’, ‘lucu’, ‘modern’, dan ‘minimalis’.

2. Mengumpulkan Inspirasi dan Komponen Visual yang Dibutuhkan

Selanjutnya setelah merumuskan tujuan awal dengan jelas dan diwakilkan oleh beberapa kata, selanjutnya kamu akan mengumpulkan komponen yang dibutuhkan. Komponen yang dikumpulkan harus sesuai dengan tujuan utama.

Sehingga kamu harus mengumpulkan atau mencari inspirasi dari berbagai sumber. Contohnya kamu bisa mencari inspirasi dari sosial media setelahnya kamu bisa menghubungkan dengan tujuan utama dari pembuatan moodboard desain atau proyek milikmu.

Hindari membuat moodboard yang sama dan tanpa inovasi dari inspirasi yang diperoleh. Jika demikian moodboard adalah sebuah jiplakan atau bukan kumpulan komponen yang orisinil. Hal ini tentunya akan berpengaruh kepada kepuasan klien kepada desain yang kamu buat.

3. Mengumpulkan Inspirasi dan Komponen Teks

Selain komponen visual, komponen teks juga bagian penting dari sebuah moodboard. Terutama jika desain atau proyek yang kamu kerjakan mencakup sebuah teks yang ingin disampaikan dari klien kepada orang lain.

Kamu bisa mulai mencari inspirasi mengenai jenis font yang akan digunakan. Kamu bisa mempelajari mengenai makna secara psikologis dari masing-masing font. Selanjutnya kamu sesuaikan dengan request klien.

4. Mengumpulkan Inspirasi dan Komponen Warna

Selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah mengumpulkan insporasi dan komponen warna. Moodboard adalah paket lengkap dan merinci dari desain akhir yang ingin dicapai dan warna menjadi salah satu komponen penting dalam sebuah desain.

Warna menjadi identitas sebuah desain sekaligus sarana untuk menyampaikan visi dari sebuah desain. Contohnya, ketika kamu sedang membuat desain mengenai pelestarian lingkungan, maka warna yang paling mewakili adalah hijau.

Untuk mengetahui makna warna lain kamu bisa melakukan riset dan mengumpulkan inspirasi dari berbagai sumber seperti internet atau sosial media. Dengan demikian, kamu bisa merumuskan pallete warna yang akan digunakan unuk desain atau proyek sesuai dengan keinginan klien.

5. Menuliskan Kata Kunci atau Deskripsi Item

Langkah yang terakhir adalah menuliskan kata kunci atau deskripsi item. Bagian ini merupakan bagian tambahan yang memiliki peran penting. Pada bagian ini seorang desainer bisa menuliskan apa saja yang dianggap penting dan perlu diketahui oleh klien atau rekan satu tim.

Baca Juga : Panduan Lengkap untuk Memahami Warna RGB dan CMYK

Deskripsi item ini akan bermanfaat untuk menjawab berbagai pertanyaan dari tim atau klien terkait penyelesaian desain atau proyek. Sehingga, keberadaan deskripsi item sangat penting meskipun seringkali diabaikan.

Tips Membuat Moodboard

Pembuatan moodboard yang baik agar efektif digunakan memang cukup rumit dan memakan waktu. Berikut beberapa tips agar kamu bisa lebih mudah menyelesaikan moodboard yang baik:

  • Perbanyak inspirasi, dengan memperbanyak inspirasi maka pengetahuan kamu mengenai desain akan semakin luas sehingga komponen yang dihasilkan akan semakin memiliki banyak pilihan atau referensi.
  • Buatlah moodboard yang orisinil, dengan memiliki banyak inspirasi, bukan berarti kamu tidak melakukan inovasi. Sebaiknya lakukan inovasi sehingga moodboard dan desain yang dihasilkan merupakan desain asli atau orisinil.
  • Menentukan dengan jelas apakah akan membuat moodboard secara digital atau fisik. Dengan menentukan hal tersebut, maka kamu mengetahui apa yang perlu disiapkan. Jika digital kamu bisa mencari software yang mendukung. Dan jika fisik, kamu bisa mencari bahan yang dibutuhkan.

Kesimpulan

Moodboard adalah elemen yang membantu desainer dalam menyelesaikan sebuah proyek atau desain bersama dengan tim. Selain itu, moodboard juga membantu untuk mempresentasikan ide desain dari desainer yang ahli kepada klien yang awam.

Pembuatannya yang cukup rumit dan mencakup banyak komponen mengharuskan kamu untuk memperhatikan setiap komponen yang akan dimasukkan ke dalam moodboard. Moodboard yang baik adalah moodboard yang lengkap komponennya sehingga bisa membantu penyelesaian desain.

Wujudkan Impianmu : Beasiswa 100% dari LKP Mandiri Entrepreneur Center!

Segera daftarkan dirimu dan ikuti jejak para pengusaha sukses yang telah kami latih. Bersama, kita akan membangun generasi penerus yang siap menghadapi tantangan dunia bisnis global.

Jangan tunda lagi! Jadilah bagian dari perubahan. Daftar sekarang di LKP Mandiri Entrepreneur Center dan mulailah perjalanan menuju kesuksesanmu. DAFTAR SEKARANG

Bagikan:

Related Post