Akuntansi Perusahaan Jasa: Mengenal Arti Hingga Siklusnya

akuntansi perusahaan jasa

Akuntansi perusahaan jasa memainkan peran penting dalam mengelola dan melaporkan aktivitas keuangan bisnis yang tidak berfokus pada produk fisik, melainkan pada penyediaan layanan kepada pelanggan.

Dalam dunia bisnis yang semakin kompleks dan kompetitif, akuntansi perusahaan jasa menjadi kunci untuk memastikan bahwa informasi keuangan disajikan secara akurat, transparan, dan tepat waktu.

Baca Juga : Neraca Saldo: Pengertian Hingga Batasan dalam Penerapannya

Sehingga manajemen dapat membuat keputusan yang berdasarkan data yang valid.

Nah, berikut ini akan membahas pengertian dari akuntansi perusahaan jasa, hingga mengetahui siklusnya.

Pengertian Akuntansi Perusahaan Jasa

pengertian akuntansi perusahaan jasa

Akuntansi perusahaan jasa merupakan salah satu cabang akuntansi yang berfokus pada pencatatan dan pelaporan keuangan untuk bisnis yang menyediakan layanan, bukan produk fisik.

Dalam perusahaan jasa, transaksi keuangan berkisar pada penerimaan pendapatan dari jasa yang diberikan dan pengeluaran terkait biaya operasional.

Pentingnya akuntansi dalam perusahaan jasa terletak pada kemampuannya untuk memberikan gambaran yang akurat mengenai kondisi keuangan perusahaan.

Sehingga membantu dalam pengambilan keputusan strategis, serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan standar akuntansi yang berlaku.

Contoh Perusahaan Jasa di Indonesia

contoh perusahaan jasa di Indonesia

Perusahaan jasa adalah entitas bisnis yang berfokus pada penyediaan layanan, bukan produk fisik, kepada pelanggan.

Layanan ini mencakup berbagai sektor, mulai dari transportasi, kesehatan, pendidikan, hingga teknologi informasi. Berikut adalah beberapa contoh perusahaan jasa yang terkenal di Indonesia:

1. Go-Jek

Go-Jek, yang kini dikenal sebagai Gojek, adalah salah satu perusahaan jasa terbesar di Indonesia.

Didirikan oleh Nadiem Makarim pada tahun 2010, Gojek awalnya menawarkan layanan ojek online.

Kini, Gojek telah berkembang menjadi platform super app yang menyediakan berbagai layanan, termasuk Go-Car sampai Go-Pay

2. Garuda Indonesia

Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia yang menawarkan layanan penerbangan domestik dan internasional.

Sebagai perusahaan jasa di sektor transportasi udara, Garuda Indonesia dikenal dengan layanan kelas dunia dan komitmennya terhadap keselamatan dan kenyamanan penumpang. Layanan mereka meliputi:

  • Penerbangan penumpang
  • Penerbangan kargo
  • Layanan perjalanan dan wisata
  • Layanan pemeliharaan dan perawatan pesawat

3. Telkom Indonesia

PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) adalah perusahaan jasa telekomunikasi milik negara yang menyediakan layanan komunikasi dan jaringan di Indonesia. Telkom menawarkan berbagai layanan.

Diantaranya seperti Layanan telepon rumah, Layanan internet (IndiHome), Layanan televisi kabel dan Layanan data center dan cloud computing

4. Bank Central Asia (BCA)

BCA adalah salah satu bank swasta terbesar di Indonesia yang menyediakan berbagai layanan perbankan. Sebagai perusahaan jasa di sektor keuangan, BCA menawarkan:

  • Layanan tabungan dan deposito
  • Layanan kredit dan pinjaman
  • Layanan kartu kredit
  • Layanan perbankan digital (BCA Mobile, KlikBCA)

5. RSPAD Gatot Soebroto

Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto adalah salah satu rumah sakit terkemuka di Indonesia yang menyediakan layanan kesehatan.

6. Traveloka

Traveloka adalah perusahaan teknologi yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat, hotel, dan berbagai layanan perjalanan lainnya.

7. Grab

Grab adalah perusahaan jasa berbasis teknologi yang beroperasi di berbagai negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Mirip dengan Gojek, Grab menawarkan berbagai layanan melalui platform super app mereka seperti Grabcar hingga OVO.

Karakteristik Perusahaan Jasa

karakteristik perusahaan jasa

Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari perusahaan jasa, diantaranya.

1. Intangibilitas (Intangibility)

Layanan yang ditawarkan oleh perusahaan jasa tidak memiliki bentuk fisik dan tidak bisa dilihat atau disentuh sebelum dibeli.

Contoh layanan yang intangibel adalah konsultasi hukum, bimbingan belajar, dan perawatan kesehatan.

Intangibilitas ini menuntut perusahaan jasa untuk membangun kepercayaan melalui reputasi, pengalaman, dan testimoni pelanggan.

2. Tidak Terpisahkan (Inseparability)

Produksi dan konsumsi layanan sering kali terjadi secara bersamaan. Misalnya, ketika seseorang pergi ke dokter, konsultasi medis terjadi secara langsung antara dokter dan pasien.

Hal ini membuat interaksi antara penyedia layanan dan pelanggan sangat penting, karena kualitas layanan sering kali tergantung pada keterampilan dan sikap penyedia layanan saat berinteraksi dengan pelanggan.

3. Variabilitas (Variability)

Kualitas layanan bisa bervariasi tergantung pada siapa yang memberikan layanan, kapan, di mana, dan bagaimana layanan tersebut diberikan.

Misalnya, pengalaman makan di restoran bisa berbeda-beda tergantung pada koki yang memasak, pelayan yang melayani, dan waktu kunjungan.

Untuk mengatasi variabilitas ini, perusahaan jasa perlu menetapkan standar kualitas dan melatih staf untuk memberikan layanan yang konsisten.

4. Daya Tahan yang Terbatas (Perishability)

Layanan tidak bisa disimpan atau diinventaris. Sebagai contoh, kursi kosong di pesawat terbang atau kamar kosong di hotel pada suatu malam tertentu tidak bisa dijual kembali di kemudian hari.

Oleh karena itu, perusahaan jasa harus pintar dalam mengelola kapasitas dan permintaan untuk meminimalkan kerugian.

Strategi seperti pemesanan awal, diskon waktu tertentu, atau sistem antrian dapat membantu dalam mengelola daya tahan yang terbatas ini.

Baca Juga : Akuntansi Manajemen: Mulai Pengertian Hingga Keunggulan

5. Partisipasi Pelanggan (Customer Participation)

Dalam banyak layanan, pelanggan sering kali berperan aktif dalam proses layanan.

Misalnya, dalam layanan kebugaran, keberhasilan program latihan sangat tergantung pada partisipasi aktif pelanggan.

Begitu juga dengan layanan pendidikan, di mana keberhasilan belajar tergantung pada partisipasi siswa dalam proses pembelajaran.

6. Hubungan Jangka Panjang (Long-term Relationship)

Perusahaan jasa sering kali berfokus pada membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Loyalitas pelanggan sangat penting dalam bisnis jasa karena biaya untuk memperoleh pelanggan baru biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan mempertahankan pelanggan yang sudah ada.

Program loyalitas, layanan pelanggan yang unggul, dan penyesuaian layanan sesuai kebutuhan pelanggan adalah beberapa strategi yang digunakan untuk membangun hubungan jangka panjang.

7. Personalisasi (Customization)

Banyak layanan yang ditawarkan oleh perusahaan jasa dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu pelanggan.

Misalnya, layanan konsultasi keuangan dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko setiap pelanggan.

Personalisasi ini memberi nilai tambah dan membuat layanan lebih relevan dan bermanfaat bagi pelanggan.

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

siklus akuntansi perusahaan jasa

Siklus akuntansi perusahaan jasa adalah rangkaian prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses, dan melaporkan informasi keuangan perusahaan.

Siklus ini biasanya dimulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan.

Berikut adalah tahapan-tahapan dalam siklus akuntansi perusahaan jasa, diantaranya

1. Identifikasi dan Analisis Transaksi

Tahap pertama dalam siklus akuntansi adalah mengidentifikasi dan menganalisis transaksi bisnis.

Transaksi ini bisa berupa penerimaan kas dari pelanggan, pembayaran gaji karyawan, pembelian perlengkapan, dan lain-lain. Setiap transaksi yang memiliki dampak finansial harus dicatat.

2. Pencatatan dalam Jurnal (Journalizing)

Setelah transaksi diidentifikasi dan dianalisis, langkah berikutnya adalah mencatatnya dalam jurnal umum.

Jurnal umum adalah catatan kronologis dari semua transaksi yang terjadi dalam periode akuntansi.

Setiap entri jurnal harus mencakup tanggal, akun yang terpengaruh, dan jumlah yang harus didebit atau dikredit.

3. Posting ke Buku Besar (Posting to Ledger)

Setelah transaksi dicatat dalam jurnal, langkah selanjutnya adalah memindahkan (posting) informasi dari jurnal ke buku besar.

Buku besar adalah kumpulan akun yang mencerminkan semua transaksi yang telah dicatat. Setiap akun dalam buku besar akan menunjukkan saldo terkini setelah setiap transaksi diposting.

4. Penyusunan Neraca Saldo (Trial Balance)

Setelah semua transaksi diposting ke buku besar, perusahaan akan menyusun neraca saldo.

Neraca saldo adalah daftar semua akun buku besar dan saldo akhirnya.

Neraca saldo digunakan untuk memeriksa apakah total debit sama dengan total kredit. Jika tidak sama, maka ada kesalahan yang harus diperbaiki sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

5. Penyusunan Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Entries)

Pada akhir periode akuntansi, perusahaan perlu membuat ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat transaksi yang belum dicatat atau untuk menyesuaikan saldo akun agar mencerminkan keadaan sebenarnya.

Penyesuaian ini bisa meliputi penyusutan aset tetap, akrual pendapatan, dan beban yang harus dibayar.

6. Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (Adjusted Trial Balance)

Setelah ayat jurnal penyesuaian dicatat dan diposting, perusahaan akan menyusun neraca saldo setelah penyesuaian.

Neraca saldo ini mencerminkan saldo akun setelah semua penyesuaian dilakukan dan menjadi dasar untuk penyusunan laporan keuangan.

7. Penyusunan Laporan Keuangan (Financial Statements)

Berdasarkan neraca saldo setelah penyesuaian, perusahaan menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan utama yang disusun.

Diantaranya meliputi Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Neraca dan Laporan Arus Kas

8. Penyusunan Ayat Jurnal Penutup (Closing Entries)

Setelah laporan keuangan disusun, perusahaan perlu membuat ayat jurnal penutup untuk menutup akun pendapatan dan beban ke akun modal atau ekuitas.

Tujuannya adalah untuk mengatur ulang saldo akun pendapatan dan beban menjadi nol untuk memulai periode akuntansi baru.

9. Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penutupan (Post-Closing Trial Balance)

Setelah ayat jurnal penutup diposting, perusahaan menyusun neraca saldo setelah penutupan.

Neraca saldo ini hanya mencakup akun riil (aset, kewajiban, dan ekuitas) dan memastikan bahwa total debit sama dengan total kredit setelah penutupan.

10. Penyusunan Ayat Jurnal Pembalik (Reversing Entries)

Beberapa perusahaan mungkin membuat ayat jurnal pembalik pada awal periode akuntansi baru untuk membalik beberapa ayat jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir periode sebelumnya.

Baca Juga : Prospek Cerah Pekerjaan Akuntansi Perpajakan di Masa Depan

Ini membantu dalam menyederhanakan pencatatan transaksi di periode baru.

Nah, itulah beberapa penjelasan secara lengkap tentang apa itu akuntansi perusahaan jasa hingga bagaimana siklusnya.

Bagikan:

Tags

Related Post