Jakarta, MEC.or.id – Membangun dan menguatkan aktivitas bernilai ibadah melalui Kegiatan Mubator (Musyawarah Bareng Mentor) dilaksanakan pada Sabtu, 22 November 2025. Kegiatan ini serapan dari aktivitas monitoring dan evaluasi yang dikemas dengan pemberian ilmu dan nasihat sebagai salah satu sarana pembinaan karakter dan penanaman nilai spiritual bagi para peserta asrama.
Pada kesempatan ini peserta mendapatkan gambaran pelaksanaan ibadah yang harus ditingkatkan dan aktivitas kurang baik yang harus dihilangkan, terutama dalam pelaksanaan ibadah harian, praktik materi diniyah, serta sikap dan etika selama berada di lingkungan asrama. Pendekatan diskusi dan interaksi ini dipilih agar proses penyampaian materi terasa lebih ringan dan mudah dicerna.
Kegiatan berlangsung dengan suasana komunikatif. Setiap peserta didorong untuk menyampaikan pengalaman, hambatan, maupun perkembangan yang dirasakan selama menjalani aktivitas asrama. Ini menjadi momentum untuk menilai sejauh mana implementasi nilai-nilai keislaman diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui nasihat dan arahan yang diberikan, peserta diajak untuk menanamkan kepekaan dan hikmah dalam setiap aktivitas. Tidak hanya fokus pada perbaikan ibadah, tetapi juga memperhatikan hak dan kewajiban sebagai pribadi yang sedang menempuh pendidikan formal maupun nonformal.
Selain itu, kegiatan ini menekankan pentingnya menjauhi kebiasaan yang dapat menormalkan kesalahan. Peserta didorong untuk tampil lebih aktif, kreatif, dan memiliki inisiatif dalam berbagai aspek kehidupan berasrama. Karakter disiplin, tanggung jawab, dan amanah menjadi point utama penguatan.
Tujuan utama dari Mubator ini ialah untuk meningkatkan kualitas diri secara bertahap. Peserta diingatkan untuk menjaga keseimbangan antara kesibukan pekerjaan, study, dan ibadah. Dengan manajemen diri yang baik, potensi masing-masing diharapkan dapat berkembang secara maksimal.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa ibadah bukan sekadar rutinitas, tetapi hadir dalam setiap persoalan kehidupan. Dengan demikian, pembinaan ini tidak hanya berdampak pada religiusitas, tetapi juga pada cara berpikir, bersikap, dan berinteraksi sesama penghuni asrama.
“Harapan kami, Mubator dapat terus menjadi strategi introspeksi yang efektif. Selain itu, kegiatan ini mampu menjadi ruang komunikasi yang nyaman, aktif, dan positif sehingga dapat saling memotivasi serta memberi dampak baik bagi seluruh peserta”. Ujar Ade Ifan M, Kepala MEC Jakarta