Surabaya, MEC.or.id – Senin 17 November 2025 Prodi Desain Grafis Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Surabaya terus memperkuat kurikulumnya dengan praktik langsung di dunia manufaktur digital. Hari ini, empat peserta didik dari Prodi Studi Desain Grafis didampingi mentor melaksanakan kunjungan belajar intensif ke tempat percetakan akrilik.
Kunjungan ini merupakan implementasi dari konsep Otonomi Produksi, yaitu kemampuan peserta didik untuk mengendalikan seluruh rantai produksi merchandise mereka secara mandiri, mulai dari ide kreatif hingga hasil fisik yang siap diproduksi berbasis pesanan (made-to-order).
Fokus utama sesi praktik ini adalah mentransformasi karya Line Art (vektor wajah atau ilustrasi garis) yang telah mereka desain sendiri menjadi produk akrilik yang bernilai komersial. Peserta didik secara langsung diajarkan cara mengkonversi file vektor, mengatur parameter mesin, hingga mengoperasikan mesin laser cutting untuk menghasilkan potongan akrilik yang presisi dan profesional.
Pak Afiq, Dosen Pengampu yang memfasilitasi sesi ini, menjelaskan bahwa tujuan pelatihan ini adalah meminimalisir celah antara dunia digital dan dunia fisik.
“Bagi seorang freelancer atau wirausaha, kemampuan mencetak dan memproduksi barang sendiri adalah kekuatan besar. Kami ingin mereka tidak hanya jago mendesain, tetapi juga menguasai teknologi di balik produksi merchandise,” ujarnya
“Dengan menguasai alur ini, mereka siap menerima pesanan akrilik custom tanpa perlu pihak ketiga, yang berarti margin keuntungan dan kualitas dapat dikontrol penuh.” Tambah Pak Afiq
Salah satu peserta didik, Syifaul Qhulub, menyampaikan bahwa pengalaman ini memberikan perspektif baru tentang desain. Syifa’ menyoroti bagaimana teori desain langsung berhadapan dengan material fisik.
“Kami sudah menguasai pembuatan line art di software, tapi baru hari ini kami benar-benar paham bagaimana ketebalan garis dan detail desain mempengaruhi hasil potongan laser. Ini penting sekali untuk melayani pesanan khusus,” jelasnya. “Kami sekarang jauh lebih percaya diri untuk menerima dan memproses orderan akrilik custom dari awal hingga akhir, membuktikan bahwa karya line art kami benar-benar memiliki potensi produksi massal berbasis pesanan.”
Kunjungan ini memberikan pengalaman belajar yang praktis dan aplikatif untuk peserta didik. Dengan penguasaan penuh atas teknologi manufaktur laser, keempat peserta didik ini kini memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan. Tidak hanya menjadi desainer tapi juga bisa naik tingkat menjadi produsen. Hal ini sejalan dengan tujuan MEC untuk mencetak wirausaha yang mandiri dan berdaya saing tinggi.