Pos I KBS, Saksi Bisu Perjalanan Kaki ±15 Kilometer dari MEC ke Makam Sunan Ampel

MEC NEWS
MEC NEWS

Surabaya, MEC.or.id – Sabtu, 15 November 2025 MEC mengadakan kegiatan Safari Religi Sunan Ampel, sebuah program ziarah historis yang dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya, sejarah, dan spiritual Wali Songo. Para peserta menempuh rute perjalanan kaki sejauh kurang lebih 15 kilometer dari kampus menuju Makam Sunan Ampel, dan tiba secara bergantian di Pos I yang berlokasi di Kawasan Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Pos I berfungsi sebagai titik istirahat transisional untuk memastikan kondisi fisik peserta tetap prima sebelum melanjutkan rangkaian perjalanan ke titik-titik berikutnya. Tidak terdapat agenda pembekalan khusus pada pos ini; panitia memfokuskan kegiatan pada pendataan ulang peserta, monitoring kondisi rombongan, serta pemberian waktu jeda yang memadai setelah menempuh perjalanan awal yang cukup panjang.

Peserta Tapak Tilas diorganisasi dalam lima kelompok untuk mempermudah koordinasi dan pengawasan. Pengelompokan ini menjadi strategi panitia dalam menjaga keteraturan perjalanan, memperkuat kebersamaan, serta memastikan setiap peserta dapat berjalan dalam ritme yang aman dan terkendali.

Ketua Panitia Pelaksana, Mas Anam, menjelaskan bahwa manajemen perjalanan menjadi prioritas utama. “Kami memanfaatkan waktu istirahat di Pos I untuk memastikan seluruh peserta berada dalam kondisi siap melanjutkan perjalanan. Pembagian rombongan menjadi lima kelompok memungkinkan koordinasi yang lebih efektif serta menjaga keseluruhan perjalanan tetap tertib,” ujarnya.

Di Pos I, peserta juga melaksanakan sesi foto bersama di depan Patung Sura dan Baya, ikon Kota Surabaya. Dokumentasi ini menjadi penanda resmi fase awal perjalanan dan sarana memperkuat motivasi peserta sebelum melanjutkan rute sejarah yang masih cukup panjang. Patung yang melambangkan ketangguhan dan keberanian tersebut menjadi latar belakang yang relevan dengan semangat para peserta dalam menapaki perjalanan ziarah budaya ini.

Salah satu peserta, Rama Rahayu Widodo, menyampaikan kesan positifnya terhadap momen tersebut.
“Momen foto bersama di depan Patung Sura dan Baya menjadi penyemangat bagi kami setelah perjalanan awal. Dokumentasi ini menjadi pengingat bahwa kami memulai Tapak Tilas dari pusat kota dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Setelah seluruh kelompok menyelesaikan istirahat dan dokumentasi, rombongan melanjutkan perjalanan menuju pos-pos berikutnya. Tahapan ini akan membawa peserta menelusuri sejumlah titik bersejarah sebelum akhirnya tiba di destinasi utama, yaitu kompleks Makam Sunan Ampel Surabaya.

 

Bagikan:

Tags

Related Post