Apresiasi Bulanan MEC Surabaya, Dorong Budaya Kompetitif dan Profesional di Setiap Program Studi

MEC NEWS
MEC NEWS

Surabaya, MEC.or.id — Konsistensi dalam menumbuhkan budaya disiplin dan prestasi menjadi bagian penting dari proses pendidikan di MEC Surabaya. Melalui kegiatan rutin apresiasi bulanan peserta didik berprestasi, MEC terus berupaya menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pembelajaran yang mendorong persaingan sehat, inovasi, serta kesiapan mental untuk terjun ke dunia kerja dan wirausaha.

Ust. Hevny, Kepala Asrama MEC Surabaya menjelaskan bahwa penilaian dilakukan dengan mengacu pada tiga pilar utama, yaitu kompetensi teknis, disiplin dan etos kerja, serta inovasi dan kemampuan pemecahan masalah. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar dalam menentukan peserta didik berprestasi di setiap program studi.

“Setiap prodi, seperti Akuntansi, Desain Grafis, Bisnis Digital, dan Kuliner, memiliki indikator keunggulan yang disesuaikan dengan standar kebutuhan industri. Kami ingin memastikan bahwa peserta didik yang berprestasi di sini tidak hanya cemerlang di kelas, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan profesionalisme untuk terjun langsung ke dunia kerja maupun wirausaha,” jelasnya.

Dalam penilaian bulan Oktober, MEC Surabaya menetapkan tiga peserta didik terbaik dari masing-masing program studi, antara lain:

  • Fahmi Maulana (Prodi Akuntansi), diapresiasi atas ketekunan dan konsistensi dalam menyelesaikan tugas akademik dengan hasil memuaskan.
  • Amalia Fatmawati (Prodi Desain Grafis), dinilai unggul dalam kolaborasi dan kepedulian sosial, terutama dalam membantu rekan belajar yang mengalami kesulitan teknis.
  • Siti Ayu Ainur Rizqiyah (Prodi Bisnis Digital), meraih penghargaan atas pencapaian kinerja terbaik dalam program setoran hasil usaha dengan total pendapatan Rp1.037.500, menempatkannya di posisi kedua peringkat nasional internal MEC.

Salah satu penerima penghargaan, Amalia Fatmawati, menyampaikan bahwa apresiasi ini menjadi dorongan untuk terus berkarya.

“Penghargaan ini bukan hanya soal nilai akademik, tapi juga pengakuan atas proses kreatif yang kami jalani. Kami dilatih untuk berpikir inovatif dan menghasilkan karya yang bermanfaat, sehingga siap menjadi technopreneur di masa depan,” ungkapnya.

Ust. Hevny menambahkan, program apresiasi bulanan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan MEC dalam mencetak wirausaha muda yang unggul secara keterampilan (hard skills) dan karakter (soft skills).

“Setiap penerima penghargaan kami anggap sebagai representasi kualitas MEC – individu yang siap berkontribusi bagi dunia kerja dan ekonomi kreatif Indonesia,” ujarnya menutup kegiatan.

Dengan terselenggaranya program ini secara berkelanjutan, MEC Surabaya memperkuat peran lembaga pendidikan vokasional sebagai ruang pembentukan generasi muda yang kompeten, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Bagikan:

Tags

Related Post