Sistematika Penulisan Laporan Penelitian Terlengkap, Wajib Baca

Sistematika Penulisan Laporan

Untuk mendapatkan bukti-bukti ilmiah atas suatu topik permasalahan, kamu perlu melakukan penelitian terlebih dahulu. Nah, setiap penelitian bisa dikemas dalam bentuk laporan sebagai sumber referensi bagi orang lain. Sudah tahu belum sistematika penulisan laporan penelitian yang benar menurut aturan?

Laporan penelitian biasanya terdiri atas pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, pembahasan, dan kesimpulan. Setiap penelitian pastinya menghasilkan pengetahuan baru, oleh sebab itu laporannya harus didukung teori kuat sampai penjelasan struktural saat melakukan pengambilan sampel data.

Apa Itu Laporan Penelitian?

sistematika penulisan laporan

Sebelum membahas secara detail tentang sistematika penulisan laporan, sebaiknya kamu memahami terlebih dahulu pengertian laporan penelitian. Beberapa ilmuwan dalam bidang science & research telah mengemukakan pendapatnya mengenai laporan penelitian yang biasa digunakan perguruan tinggi.

1. Bahdin

Bahdin menuturkan, laporan penelitian merupakan KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang membahas suatu proses dan hasil kegiatan setelah melakukan pengamatan. Didalam laporan sendiri akan ditambah teori-teori kuat yang mendukung penelitian, sehingga kelak bisa dijadikan referensi bagi orang lain.

2. Cresswell

Laporan penelitian menurut Cresswell, rangkuman studi kasus yang membahas penyelidikan suatu topik permasalahan, identifikasi pertanyaan, pengumpulan data, analisis, dan tafsir peneliti. Setiap penelitian membutuhkan teori mutlak sebagai landasannya, sehingga penelitian dapat dipercaya.

Baca Juga : Mengenal Jurusan Manajemen Perkantoran dan Prospek Kerja

3. Kerlinger

Kerlinger berpendapat, laporan penelitian merupakan proses penemuan yang memiliki ciri khas empiris, sistematis, teoritis, dan terkontrol. Setelah semua bahan penelitian sudah tersusun rapi, peneliti bisa menarik hipotesis akan topik permasalahan yang sudah diambil sebelumnya.

4. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Laporan penelitian merupakan laporan yang biasanya ditulis berdasarkan observasi atau penelitian atas suatu gejala. Didalam laporan penelitian akan memuat bab khusus seperti latar belakang topik permasalahan, landasan teori, metode penelitian, hasil pembahasan, dan kesimpulan laporan.

Sistematika Penulisan Laporan Hasil Penelitian yang Benar

Memasuki dunia perguruan tinggi, biasanya kamu akan dituntut untuk membuat laporan penelitian atas suatu topik permasalahan di lingkungan sekitar. Bagaimana cara membuat laporan? Tidak perlu bingung, coba pahami bagian sub bab dalam penulisan laporan ilmiah sesuai penjelasan yang ada di bawah ini.

1. Cover Laporan

Sebelum memasuki bab utama, laporan ditambahkan halaman judul memuat informasi nama peneliti, judul penelitian, dan instansi lembaga bersangkutan. Berikutnya bisa tambahkan halaman pengesahan sesuai format, kata pengantar, abstrak, daftar isi, dan daftar tabel atau grafik.

2. Bab I (Pendahuluan)

Saat membuat laporan penelitian, bagian pertama yang akan dicantumkan yaitu pendahuluan atau preliminary materials. Bagian pendahuluan terdiri atas sub bab meliputi latar belakang, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, dan tujuan melakukan penelitian.

· Latar Belakang

Pada bagian latar belakang, kamu bisa menjelaskan alasan pengambilan topik permasalahan dari berbagai aspek. Peneliti bisa menjelaskan alasan pengambilan judul, pemilihan masalah, dan alasan dilaksanakan penelitian sambil menambahkan sedikit teori sebagai landasannya.

Administrasi Perkantoran

Contoh penelitian berjudul “Analisis Limbah Sampah Organik di Bantar Gebang”, peneliti bisa menjelaskan bahaya sampah bagi kesehatan, solusi mengatasi sampah, dan lain-lain. Sebelum memulai penelitian, pastikan kamu sudah paham alasan pengambilan topik permasalahannya.

· Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah biasanya membahas tentang tujuan, maksud, dan ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan. Kamu bisa menjelaskan berbagai potensi permasalahan yang mungkin muncul, kemudian tahapan berikutnya mengidentifikasi pembatasan masalah.

· Pembatasan Masalah

Dalam sistematika penulisan laporan penelitian, pembatasan masalah perlu dimunculkan agar pembahasan tidak salah jalur. Peneliti bisa tetap fokus menjelaskan topik masalah yang akan diambil dalam laporan, bukan topik permasalahan lainnya.

· Rumusan Masalah

Daftar pertanyaan yang sudah dirumuskan oleh peneliti sesuai topik masalah, kemudian kamu bisa menjawabnya pada bagian Bab III dan Bab IV. Contoh rumusan masalah, Bagaimana solusi mengatasi sampah di area bantaran Sungai Ciliwung?

· Tujuan Penelitian

Pada sub bab kali ini, peneliti bisa menjelaskan tujuan dilakukannya penelitian. Kamu juga bisa menjelaskan target permasalahan yang ingin dicapai setelah penelitian. Biasanya tujuan akan berkaitan langsung dengan manfaat dilakukannya penelitian tersebut.

3. Bab II (Tinjauan Pustaka)

Sesuai dengan namanya, tinjauan pustaka berisi berbagai kajian teori maupun kerangka teori yang dijadikan landasan penelitian. Kamu bisa mendapatkan prinsip teoritis dari laporan peneliti lain, jurnal nasional, jurnal internasional, buku, dan teori dari ilmuwan tertentu.

Baca Juga : Mengenal Apa Itu Konsep Manajemen Perkantoran

Tinjauan pustaka biasanya sangat berguna untuk memberikan arah kerja penelitian, namun bisa menggunakan teori orang lain sebagai landasan. Dalam melakukan penelitian akan topik masalah, biasanya akan ada penelitian terdahulu yang mungkin memiliki banyak kemiripan.

4. Bab III (Metode Penelitian)

Sistematika penulisan laporan yang baik dan benar perlu memuat metode penelitian yang akan membahas teknik mendapatkan hasil pengamatan. Metode penelitian merupakan strategi, cara, dan deretan langkah yang akan dilakukan peneliti untuk mengumpulkan data secara realistis.

Dalam metode penelitian, kamu perlu menjelaskan beberapa poin penting terkait penelitian. Bagian bisa memuat variabel penelitian, populasi, sampel, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data sesuai bidang atau minat yang digeluti oleh peneliti sendiri.

5. Bab IV (Hasil dan Pembahasan)

Nah, hasil dan pembahasan merupakan bagian dalam sistematika penulisan laporan penelitian yang paling penting. Ketika orang sedang membaca jurnal maupun skripsi, pastinya bagian hasil pembahasan banyak dilihat karena memuat informasi penting terkait penelitian tersebut.

Peneliti akan menjelaskan secara detail mengenai hasil penelitian atau observasi yang dilakukan sebelumnya. Pembahasan akan memuat jawaban dari rumusan masalah, kemudian ditambahkan berbagai teori tepat yang mendukung hasil penelitian sudah sesuai prosedur berlaku.

Apakah penelitian berhasil dilakukan? Para peneliti akan mencantumkan keberhasilan observasi maupun kendala pada bab hasil dan pembahasan. Selanjutnya peneliti melakukan analisis data sesuai metode pengambilan sampel yang sudah dituliskan sebelumnya pada bagian Bab III.

6. Bab V (Kesimpulan dan Saran)

Setelah peneliti menyampaikan hasil analisa laporan secara detail dan terperinci pada bagian Bab IV, barulah selanjutnya bisa mengambil kesimpulan. Kesimpulan harus memiliki relevansi dengan rumusan masalah, hipotesis, dan hasil penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya.

Selain menyampaikan kesimpulan akhir, kamu juga harus menuliskan saran berupa masukan atau solusi akan topik permasalahan. Apabila saat penelitian mengalami kendala, para peneliti bisa menyampaikannya untuk memberikan informasi baru kepada pembaca atau peneliti selanjutnya.

7. Daftar Pustaka

Apakah penulisan laporan penelitian harus menggunakan Bahasa Indonesia? Laporan bisa ditulis dalam bahasa apapun sesuai kebutuhan peneliti mulai Bab 1 sampai Bab V. Selanjutnya kamu bisa menuliskan berbagai referensi yang digunakan pada bagian daftar pustaka.

Daftar pustaka biasanya memang memuat daftar rujukan yang digunakan peneliti dalam bentuk jurnal penelitian, buku, artikel, dan situs tertentu. Penulisan daftar pustaka memiliki aturan sendiri, peneliti juga bisa menggunakan software Mendeley untuk membuat daftar pustaka dengan benar.

8. Lampiran

Bagian akhir dalam laporan penelitian berupa lampiran berisi keterangan data yang dianggap bukti dalam pelaksanaan penelitian. Biasanya dalam laporan penelitian lengkap, peneliti diwajibkan mencantumkan lampiran sebagai bukti mutlak telah melakukan observasi bukan hasil menjiplak.

MEC News

Lampiran bisa memuat dokumentasi penelitian sesuai metode pengumpulan data, copy tabel hasil analisis laboratorium, gambar daftar rujukan, dan lain-lain. Kamu bisa mengumpulkan dokumentasi penelitian secara berkala untuk dimasukkan semua pada bagian lampiran laporan.

Bagaimana Cara Membuat Laporan Penelitian?

Setelah memahami sistematika penulisan laporan sesuai aturan, mungkin sebagian orang ada yang masih bingung cara membuat laporan penelitian. Membuat laporan penelitian memang bisa dikatakan gampang-gampang sulit, namun kamu bisa ikuti beberapa tahapan penting berikut ini.

1. Menulis Laporan Penelitian

Langkah pertama, peneliti bisa menyiapkan draft atau kerangka laporan penelitian. Coba tuliskan secara detail cara mendapatkan data penelitian, baru lakukan uji validasi. Buat laporan penelitian berdasarkan sistematika pendahuluan, tinjauan pustaka, metode, pembahasan, dan kesimpulan.

2. Menyajikan Laporan Penelitian

Jika sudah menuliskan kerangka laporan sesuai sistematika di atas, peneliti bisa mulai menyajikan laporan dalam bentuk jurnal ilmiah. Untuk menerbitkan jurnal ilmiah, kamu perlu memperhatikan sistematika laporan sesuai aturan serta bahasa mudah dipahami oleh masyarakat luas.

3. Mengecek Tata Cara Penulisan

Penulisan laporan hasil observasi tidak boleh dilakukan sembarangan, kamu harus mengecek kembali format laporan sudah sesuai aturan. Tidak hanya itu, pastikan segala informasi mulai dari nama penulis hingga sumber referensi ditulis secara benar sesuai fakta sebenarnya.

4. Memperhatikan Penamaan Serta Penomoran Gambar

Sesuai penjelasan sebelumnya, laporan penelitian bisa memuat gambar serta tabel untuk lebih mudah dipahami oleh para pembaca. Pastikan setiap tabel dan gambar diberi nomor sesuai urutan agar mudah ditemukan pembaca saat mengeceknya pada bagian cover laporan penelitian.

5. Mengecek Plagiarisme

Tahap akhir saat membuat laporan penelitian dengan melakukan pengecekan plagiarisme. Tentu ada kemungkinan teori, hasil ataupun pembahasan laporan mirip karya orang lain. Ada banyak situs mengecek plagiarisme seperti Duplichecker, Copyscape, Grammarly, dan lain-lain.

Manfaat Membuat Laporan Penelitian

Apa sih manfaat membuat laporan penelitian? Walaupun sistematika penulisan laporan agak panjang, namun ada banyak sekali manfaat mempublikasikannya. Tidak hanya sering digunakan dalam lingkup perguruan tinggi, namun laporan penelitian sangat penting dalam bidang pekerjaan tertentu.

· Menyampaikan Informasi Penting

Laporan penelitian bisa digunakan untuk menyampaikan informasi penting kepada masyarakat luas dalam bentuk buku maupun jurnal ilmiah. Laporan dibuat berdasarkan penelitian nyata, sehingga sangat berharga dalam bidang pengetahuan maupun pengembangan inovasi baru.

· Menemukan Solusi Permasalahan

Tidak hanya berguna sebagai ilmu pengetahuan, namun laporan penelitian bisa digunakan sebagai sarana mengetahui solusi atas permasalahan tertentu. Setiap pembaca bisa memahami fenomena permasalahan yang terjadi, kemudian mengetahui jawabab solusi permasalahan tersebut.

· Memudahkan Komunikasi

Dengan membuat laporan penelitian, peneliti akan lebih mudah berkomunikasi dengan masyarakat luas. Mungkin permasalahan yang diangkat dalam laporan sedang dialami masyarakat, maka bisa mencoba menerapkan solusi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi.

· Sebagai Media Aplikasi Ilmu

Laporan penelitian biasanya akan dianalisis menggunakan teori tertentu, kemudian bisa menemukan jawaban terbaiknya. Selain mendapatkan pengetahuan baru, laporan penelitian juga sangat berguna sebagai media aplikasi ilmu kepada kalangan akademisi maupun masyarakat luas.

Baca Juga : Cari Tahu Apa Saja Asas-Asas Manajemen Perkantoran, di Sini!

· Sangat Berguna dalam Bidang Pekerjaan

Laporan penelitian tidak hanya berguna bagi kalangan akademisi, namun kelak dalam dunia kerja juga sangat dibutuhkan. Khususnya instansi lembaga yang bergerak dalam bidang penelitian, skill penulisan laporan sangat dibutuhkan sebagai karya publikasi mandiri atau aset pribadi perusahaan.

Kesimpulan

Sistematika penulisan laporan terdiri atas bagian pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, laporan penelitian pembahasan, kesimpulan saran, daftar pustaka, dan lampiran. Laporan penelitian sangat berguna dalam bidang pengetahuan, pengembangan inovasi, media aplikasi ilmu, dan lainnya.

Wujudkan Impianmu : Beasiswa 100% dari LKP Mandiri Entrepreneur Center!

Segera daftarkan dirimu dan ikuti jejak para pengusaha sukses yang telah kami latih. Bersama, kita akan membangun generasi penerus yang siap menghadapi tantangan dunia bisnis global.

Jangan tunda lagi! Jadilah bagian dari perubahan. Daftar sekarang di LKP Mandiri Entrepreneur Center dan mulailah perjalanan menuju kesuksesanmu. DAFTAR SEKARANG

Bagikan:

Related Post