Surabaya, MEC.or.id – Peserta didik Program Studi Desain Grafis LK MEC Surabaya mengikuti latihan intensif. Latihan ini merupakan persiapan penting menjelang Uji Kompetensi (Ujikom). Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar menerapkan keterampilan desain dalam situasi kerja nyata. Selain itu, mereka harus menyelesaikan tugas sesuai batas waktu.
Kegiatan rutin ini berlangsung tiga kali seminggu. Waktu latihan dimulai pukul 16.30 hingga 22.00 WIB. Pada setiap sesi, peserta didik mengerjakan simulasi proyek selama tiga jam. Pola latihan ini sangat efektif mengasah keterampilan teknis peserta. Bahkan, ketelitian visual dan kebiasaan kerja terstruktur ikut meningkat secara bertahap.
Materi latihan mengacu pada alur kerja industri kreatif. Prosesnya dimulai dari memahami brief klien. Setelah itu, peserta menganalisis kebutuhan visual dan menentukan konsep elemen desain. Akhirnya, mereka mampu menghasilkan karya sesuai arahan dan referensi.
Latihan Mengacu pada Proses Kerja Industri
Dalam pelaksanaannya, peserta didik Desain Grafis MEC tidak hanya belajar mengoperasikan software. Namun, mereka juga belajar memahami tujuan utama pekerjaan. Mereka harus memperhatikan detail estetika dan mengelola waktu dengan baik. Oleh karena itu, peserta wajib mengevaluasi hasil sebelum menyerahkan tugas.
Kemampuan komprehensif ini menjadi modal utama di dunia kerja. Sebab, seorang desainer tidak hanya dituntut membuat karya visual yang indah. Pemahaman terhadap brief dan ketepatan waktu juga sangat menentukan. Selain itu, desainer harus siap menerima evaluasi secara profesional.
“Latihan ini bertujuan agar peserta didik terbiasa bekerja secara terstruktur. Mereka belajar memahami brief, mengatur waktu, dan mengevaluasi hasil pengerjaan,” ujar Ust. Hevny, Kepala Program MEC Surabaya.
Evaluasi Rutin Menuju Kesiapan Dunia Kerja
Pada setiap akhir sesi, instruktur melakukan evaluasi secara menyeluruh. Evaluasi ini mencakup penggunaan tools teknis serta kesesuaian karya dengan brief. Melalui proses evaluasi ini, peserta dapat memahami standar kualitas industri secara langsung.
Di sisi lain, pengerjaan tugas berbatas waktu melatih mental peserta didik. Mereka belajar menentukan prioritas kerja harian secara tepat. Oleh sebab itu, kebiasaan disiplin ini memperkuat kesiapan mereka saat menghadapi ujian maupun tekanan kerja.
Bagi LK MEC, persiapan Ujikom bukan sekadar untuk mengejar kelulusan. Sebaliknya, program ini menjadi wadah pembentukan karakter profesional, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab.
Hasilnya, peserta didik Desain Grafis MEC makin mengenali potensi diri dan area yang perlu diperbaiki. Dukungan dari pendamping pembelajaran dan keluarga juga menjadi pendorong utama kesuksesan mereka menuju dunia kerja.