Surabaya, MEC.or.id – Di akhir sesi MOPD, Lembaga Kursus Mandiri Entrepreneur Center (LK MEC) menyelenggarakan kegiatan Entrepreneur Challenge sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan kompetensi dasar kewirausahaan bagi peserta didik baru. Kegiatan yang diikuti oleh 44 peserta ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dalam mengenali kebutuhan pasar, membangun komunikasi dengan calon mitra usaha, hingga melakukan praktik penjualan secara nyata.
Sebanyak 44 peserta dibagi ke dalam 10 kelompok, masing-masing terdiri atas 4–5 orang. Mereka memperoleh tantangan untuk keluar dari lingkungan kampus guna melakukan observasi lapangan, mencari informasi mengenai kebutuhan pasar, menemukan pemasok (supplier), kemudian menjual produk kepada masyarakat. Seluruh proses dilakukan tanpa membawa modal uang, tanpa kendaraan, dan tanpa dukungan media promosi, melainkan mengandalkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta inisiatif masing-masing kelompok.
Membangun Mindset Kewirausahaan Melalui Pengalaman Lapangan
Entrepreneur Challenge disusun untuk memperkenalkan peserta didik pada realitas dunia usaha sejak awal masa pendidikan. Selain melatih keberanian memulai usaha dengan sumber daya yang terbatas, kegiatan ini juga bertujuan mengembangkan kreativitas dalam mencari solusi, meningkatkan kemampuan komunikasi dan penjualan, serta membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan ketangguhan ketika menghadapi tantangan di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok dituntut melakukan pengamatan terhadap kondisi pasar, mengidentifikasi produk yang memiliki peluang untuk dijual, melakukan negosiasi dengan pemasok, hingga menawarkan produk secara langsung kepada calon pembeli. Seluruh proses berlangsung dalam waktu yang telah ditentukan dan menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
Ust Hamim, selaku pembimbing menyampaikan bahwa tantangan tersebut bukan semata-mata berorientasi pada besarnya keuntungan yang diperoleh, tetapi lebih kepada proses belajar yang dialami peserta.
“Melalui Entrepreneur Challenge, peserta didik belajar bahwa memulai usaha tidak selalu ditentukan oleh besarnya modal. Keberanian mengambil langkah pertama, kemampuan membaca peluang, membangun komunikasi, serta kemauan untuk terus mencoba merupakan pengalaman yang ingin kami tanamkan sejak awal mereka mengikuti pendidikan di MEC,” ujarnya.
Seluruh Kelompok Menyelesaikan Tantangan dengan Baik
Seluruh peserta berhasil menyelesaikan rangkaian kegiatan dan kembali ke kampus dengan aman sesuai waktu yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil rekapitulasi, 10 kelompok berhasil membukukan total omzet sebesar Rp1.085.000 dengan total laba mencapai Rp430.500. Rata-rata laba yang diperoleh setiap kelompok sebesar Rp43.050, dengan laba tertinggi mencapai Rp55.000 dan laba terendah Rp33.500.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap kelompok mampu menyelesaikan tantangan dan menghasilkan nilai ekonomi melalui strategi yang mereka susun selama praktik berlangsung. Meskipun capaian keuntungan antar kelompok berbeda, seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar menghadapi dinamika pasar, melakukan negosiasi, serta mengambil keputusan dalam waktu yang terbatas.
Putra, Salah seorang peserta mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Awalnya kami sempat ragu karena tidak membawa modal apa pun. Namun setelah berdiskusi dan mencoba berbicara dengan beberapa pihak, kami mulai menemukan peluang. Dari kegiatan ini kami belajar bahwa keberanian berkomunikasi dan kerja sama tim sangat menentukan hasil yang diperoleh,” ungkapnya.
Menjadi Fondasi Pembelajaran Selama Menempuh Pendidikan di MEC
Entrepreneur Challenge menjadi salah satu bentuk pembelajaran awal di Mandiri Entrepreneur Center yang menekankan keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter. Melalui pengalaman langsung di lapangan, peserta didik diharapkan memiliki pola pikir yang lebih adaptif, mampu melihat peluang di tengah keterbatasan, serta terbiasa menyelesaikan persoalan secara kreatif dan bertanggung jawab.
Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan ini diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik dalam mengikuti proses pendidikan selanjutnya, baik pada pembelajaran kewirausahaan maupun pengembangan kompetensi sesuai program keahlian masing-masing. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami konsep bisnis secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam mengenali kebutuhan pasar, membangun relasi, dan mengimplementasikan proses penjualan secara langsung.