Surabaya, MEC.or.id – Program Studi Akuntansi Mandiri Entrepreneur Center (MEC) Surabaya terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dengan membekali peserta didik keterampilan manajemen kerja berbasis aplikasi. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembelajaran penggunaan Trello, sebuah platform manajemen proyek digital yang kini banyak digunakan di dunia kerja profesional.
Pembelajaran Trello diberikan sebagai bagian dari penguatan soft skill dan digital skill peserta didik Prodi Akuntansi. Melalui aplikasi ini, peserta didik diajak memahami cara mengelola tugas, menyusun alur pekerjaan, hingga memantau progres pekerjaan secara terstruktur dan kolaboratif. Hal ini dinilai relevan dengan kebutuhan dunia industri yang menuntut ketepatan waktu, kerapian administrasi, serta kemampuan bekerja dalam tim.
Dalam pelaksanaannya, peserta didik mempelajari fitur dasar Trello seperti board, list, dan card yang digunakan untuk mengelompokkan tugas berdasarkan kategori dan tingkat prioritas. Selain itu, mereka juga berlatih mengatur deadline, membagi tanggung jawab tim, serta memanfaatkan checklist untuk memastikan setiap pekerjaan terselesaikan dengan baik.
Tujuan utama dari pembelajaran Trello ini adalah untuk membantu peserta didik Prodi Akuntansi memiliki kemampuan manajemen tugas yang efektif, baik dalam kegiatan akademik maupun saat terjun ke dunia kerja nantinya. Dengan Trello, peserta didik diharapkan mampu bekerja lebih terorganisir, meminimalkan kesalahan pencatatan tugas, serta meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.
Selain tujuan tersebut, pembelajaran Trello juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan kerja profesional sejak dini. Peserta didik dilatih untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban, terbiasa dengan sistem kerja digital, serta mampu berkolaborasi secara transparan dengan rekan satu tim.
Salah satu peserta didik Prodi Akuntansi, Luciani, mengungkapkan kesan positifnya terhadap pembelajaran ini. “Belajar Trello sangat membantu saya dalam mengatur tugas kuliah dan pekerjaan kelompok. Semua jadi lebih rapi dan jelas, jadi tidak ada tugas yang terlewat,” ujar Luciani.
Ke depan, pembelajaran Trello diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam berbagai kegiatan pembelajaran Prodi Akuntansi, baik untuk tugas individu maupun proyek kelompok. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya unggul dalam penguasaan materi akuntansi, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin digital dan dinamis.